Pasar IPO Diprediksi Masih Menggeliat - Momentum Politik Pilpres

NERACA

Jakarta – Momentum politik masih menjadi hal dikhawatirkan para pelaku pasar terhadap industri pasar modal. Namun hal tersebut selalu diyakinkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bila hal tersebut tidak memberikan dampak signifikan, termasuk aksi korporasi penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Menurut Head of Corporate Finance UOB Kayhian John Octavianus Sitorus, pasar IPO pada tahun depan diprediksi masih akan cukup menggeliat, kendati agenda politik tidak menyurutkan pelaku bisnis untuk melakukan ekspansi.”Aktivitas ekonomi tetap jalan, konsumsi tetap akan tumbuh dan proyek infrastruktur tetap akan dikerjakan. Jadi pasar modal masih cukup ramai,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, pada tahun ini memang kondisi pasar kurang menggembirakan karena tekanan dari eksternal. Namun, menurutnya, hal itu tidak akan bertahan lama dan tidak mempengaruhi kinerja seluruh emiten. Menurutnya, masih banyak emiten yang diproyeksikan akan mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Terutama emiten yang arah bisnisnya fokus melibatkan para pelaku dari dalam negeri.”Perusahaan yang mendapatkan pendapatan dari dalam negeri akan bagus. Misalnya perusahaan kontaktor yang kontraknya semua ada di dalam negeri, tidak terpengaruh eksternal kinerjanya akan positif,”paparnya.

Sebelumnya, jumlah perusahaan yang menunda pelaksanaan IPO terus bertambah seiring dengan tingginya volatilitas pasar dan kekhawatiran terhadap pemilihan presiden tahun depan. Mayoritas korporasi baru akan merealisasikan rencana IPO usai kepastian pemerintahan baru, yakni pada tahun depan.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Silvano Rumantir pernah bilang, pada awalnya perseroan akan memboyong tiga perusahaan untuk melantai di bursa pada sisa tahun ini. Namun, semuanya batal.”Kami ada dua hingga tiga IPO yang tadinya direncanakan tahun ini diubah menjadi tahun depan. Di antaranya perusahaan cat dan perusahaan pipa," ungkapnya.

Silvano menilai, perusahaan cenderung memilih pendanaan dari sektor lain selama masih ada pilihan dibandingkan dengan IPO. Penundaan IPO juga dilakukan oleh klien PT Corpus Sekuritas Indonesia. Sejauh ini, perseroan telah mengantongi mandat IPO dari 7 perusahaan. Rencana awal, satu dari tujuh perusahaan tersebut akan mencatatkan sahamnya di pasar modal pada kuartal keempat tahun ini.

Komisaris Utrama PT Corpus Sekuritas Indonesia, Kristhiono Gunarso memastikan IPO dari tujuh perusahaan tersebut akan dilangsungkan pada akhir tahun depan karena mempertimbangkan pelaksanaan pemilihan presiden. Akhir tahun dipilih dengan alasan perusahaan masih menunggu kepastian mengenai pilpres, termasuk antisipasi jika terjadi kegaduhan politik. "Tahun depan ada pemilu, kemungkinan akan kami geser ke akhir tahun," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Rp1,1 Triliun Digelontorkan Untuk Revitalisasi 1.037 Pasar

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun untuk melakukan revitalisasi 1.037 pada 2019. "Total Rp1,1 triliun anggaran…

MRT Dinilai Tak Pengaruhi Pasar Otomotif

    NERACA   Jakarta - Pasar otomotif di wilayah Jakarta dan sekitarnya dinilai tidak akan terpengaruh dengan kehadiran Moda…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mendapatkan Antusiasme Tinggi - LinkAja Diyakini Mampu Percepat Inklusi Keuangan

NERACA Jakarta - Perubahan aplikasi mobil money Tcash menjadi LinkAja mendapatkan antusiasme sangat tinggi dari pelanggan yang memiliki akun Tcash…

Permintaan Pasar Meningkat - Tunaiku Genjot Pertumbuhan Pinjaman Renovasi Rumah

NERACA Jakarta – Menjawab kebutuhan masyarakat akan pinjaman yang mudah didapat tanpa ribet, Tunaiku, kredit tanpa agunan berbasis online dari…

Tambah Armada Baru - Armada Berjaya Bidik Pendapatan Tumbuh 200%

NERACA Jakarta – Resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal, PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) langsung tancap gas dalam ekspansi…