Industri Kerajinan Harus Dorong Daya Saing Tingkat Global

NERACA

Jakarta – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Mufidah Jusuf Kalla mengatakan industri kerajinan harus terus meningkatkan daya saing sehingga menjadi produk yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Mufida saat membuka pameran Crafina ke-11 di Jakarta, disalin dari Antra, industri kerajinan merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang tumbuh cepat. Berkembang di hampir seluruh pelosok tanah air dan bervariasi, baik skala mikro, kecil maupun menengah.

Industri tersebut memiliki peranan yang strategis dalam perekonomian nasional karena secara historis lekat dengan keseharian masyarakat. Produk kerajinan juga dapat menjadi andalan mata pencaharian, terutama dengan memanfaatkan sumber daya setempat dan kearifan lokal, kata Mufida.

Mufida mengatakan, inovasi, teknologi dan kreatifitas dibutuhkan untuk meningkatan daya saing industri kerajinan dan menghadirkan nuansa kerajinan warisan budaya yang harmoni dengan perkembangan zaman. "Sehingga produk kerajinan menjadi produk yang diminati dan daya saing global," katanya.

Usai membuka secara resmi pameran Crafina ke-11 di JCC, Jakarta, Mufida Kalla menyempatkan diri untuk meninjau stan-stan pameran. Pameran Crafina 2018 digelar 10-14 Oktober 2018 di JCC dengan menghadirkan 400 perusahaan kerajinan Indonesia. Dalam rilisnya, Crafina 2018 ditargetkan mencapai 40 ribu pengunjung dengan transaksi total mencapai Rp20 miliar.

Sebelumnya, industri kerajinan nasional berpotensi memberikan sumbangsih besar kepada devisa negara melalui capaian ekspor produknya. Sektor kriya yang merupakan salah satu dari kelompok industri kreatif ini sudah memiliki jaringan pasar yang luas di mancanegara, seperti Eropa dan Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, kami aktif terus mempromosikan produk kerajinan nasional melalui berbagai pameran baik yang diselenggarakan di dalam maupun luar negeri,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto seusai menghadiri pembukaan Pameran Kerajinan Nusantara Kriyanusa 2018 di Jakarta, Rabu (26/9).

Menurut Menperin, kekuatan industri kerajinan nasional didukung dari sumber bahan baku alami yang melimpah, keragaman budaya Nusantara, dan keahlian para perajin. “Guna mendongkrak daya saing industri kecil dan menengah (IKM) ini, kami sudah punya program peningkatan kompetensi SDM dan mendorong penggunaan teknologi terkini sehingga menciptakan kreativitas dan inovasi,” paparnya.

Di tengah bergulirnya revolusi industri 4.0, industri kerajinan nasional juga dipacu untuk memanfaatkan platform digital seperti e-Smart IKM yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian. Pelaksanaan program ini menggandeng sejumlah marketplace, di antaranya Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia.

“Hingga saat ini, peserta yang telah mengikuti kegiatan workshop e-Smart IKM sebanyak 4.000 pelaku usaha dengan total nilai penjualan yang tercatat sebesar Rp1,3 miliar,” ungkapnya.

BERITA TERKAIT

Industri Daur Ulang di Sektor Otomotif Terus Dipacu

Kementerian Perindustrian mendorong implementasi industri daur ulang atau recycle industry untuk sektor otomotif. Konsep tersebut dinilai mampu mendongkrak daya saing…

Ini Tantangan Baru Industri Pariwisata di Indonesia

Salah satu usaha mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun depan, Kementerian Pariwisata akan lebih fokus menggarap segmen pasar…

Pers di Era Digital: Idealisme Versus Industri

Pers di Indonesia lahir dari idealisme para pendiri bangsa guna menyuarakan semangat memperjuangkan kemerdekaan kepada masyarakat luas, sejak zaman penjajahan…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Sistem 3 in 1 Ditargetkan Jaring 72.000 Peserta

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus menggelar program pelatihan industri berbasis kompetensi dengan sistem 3 in 1 (Pelatihan, Sertifikasi, dan…

Sektor Pengolahan - Penyerapan Tenaga Kerja Industri Manufaktur Terus Meningkat

NERACA Jakarta – Industri manufaktur terus menyerap tenaga kerja dalam negeri seiring adanya peningkatan investasi atau ekspansi. Ini menjadi salah…

Kompetensi SDM Industri Logam Bakal Diperkokoh

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mengajak pelaku industri di Indonesia terlibat dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi. Langkah ini…