Danareksa Ciptakan Sumber Ekonomi Baru - Gotong Royong Rawat Ciliwung

Sebagai bagian dari pada tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT Danareksa (Persero) menggagas program gotong royong merawat Ciliwung dengan menggandeng kerjasama komunitas transformasi hijau atau sebuah organisasi berbasis relawan yang didirikan oleh tujuh penggemar lingkungan di Jakarta, Indonesia. Fokus utama komunitas ini adalah pendidikan lingkungan dan keterlibatan pemuda dalam gerakan perkotaan hijau.

Kata Chairul Iman, Head of Corporate Secretary PT Danareksa (Persero), banjir tahunan di sungai ciliwung merupakan akibat dari kerusakan lingkungan di hulu sungai yang bertambah rusak setiap tahunnya. Oleh karena itu, perseroan berupaya untuk memperbaiki kerusakan tersebut dengan program tersebut.”Kegiatan CSR ini merupakan komitmen Danareksa terhadap pelestarian lingkungan dan akan terus turut serta dalam menjaga kelesatrian lingkungan bekerjasama dengan pihak yang berkompeten dan peduli dengan lingkungan. Dalam kegiatan ini, kami akan menanam 1000 pohon buah, di lahan seluas kurang lebih 1000 m2, di Kampoeng Galonggong Bojong Gede Bogor, serta di puncak DAS sungai Cibogo,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya berharap, dengan program ini dapat memberikan kontribusi tidak hanya perbaikan lingkungan kali ciliwung serta bantaran kalinya, tapi juga memberikan nilai ekonomis terhadap masyarakat sekitar. Dalam beberapa tahun kedepan, tanaman buah yang ditanam dalam program ini sudah mampu menghasilkan buah yang bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. “Program ini sifatnya gotong royong, jadi kami mengajak peran aktif masyarakat yang tinggal di kawasan yang akan ditanami pohon. Mereka yang akan menanam, merawat, serta memperoleh hasilnya. Untuk saat ini kami masih fokus pada bantaran kali ciliwung dan program ini diharapkan berkelanjutan kedepannya,”jelasnya.

Perseroan mengungkapkan, kegiatan CSR yang dilakukan sangat relevan dengan kegiatan usaha yang dilakukan perseroan. Dimana dalam kegiatan usaha sehari-hari, selama 5 hari dalam seminggu, Danareksa tentu menghasilkan emisi karbon. Dengan penanaman pohon ini, perseroan dapat mengurangi sedikit carbon footprint yang dihasilkan. Beberapa kegiatan CSR telah berjalan, seperti penanaman terumbu karang di pulau Badul Banten, peningkatan kualitas sanitasi lingkungan dengan pembangunan jamban di Kabupaten Ponorogo, dan lain-lain.

Sementara Fadhil Ahmad, Ketua Komunitas Transformasi Hijau menyebutkan, salah satu penyebab kerusakan ekosistem DAS Ciliwung adalah beralih fungsinya lahan resapan air menjadi perkebunan, peternakan dan pemukiman sehingga menjadi penyebab kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan. Ironisnya, kondisi tersebut hampir merata di setiap segmen.

Problem lainnya adalah kerusakan yang disebabkan oleh pencemaran limbah domestik dan industri rumah tangga. “Kita dapat menemukan sampah yang setiap hari terbawa arus air sungai Ciliwung. Jika kita mengarungi sungai Ciliwung dari segmen 3-6, kita akan Banyak menemukan hunian berbagai tipe. Dari hunian kumuh hingga hunian elit dengan nuansa river view. Hunian tersebut jelas merubah konsep pemanfaatan bantaran sungai dari area penyangga maupun ruang terbuka hijau menjadi hunian. “jelasnya.

Ciliwung sendiri, lanjut Fadhil memiliki aliran sungai sepanjang 120 km. Hampir di setiap segmen membutuhkan penghijauan, namun masalahnya adalah bukan penghijauan semata. Banyak problem yang harus diselesaikan langsung dari sumbernya dengan cara gotong royong. Penyelesaian problem tentang kelestarian kali Ciliwung serta bantaran kalinya, perlu melibatkan segenap stakeholder. Tidak hanya pemerintah semata, namun juga perlu melibatkan unsur masyarakat serta kalangan usaha. PT Danareksa (Persero), dalam konteks kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR), mewujudkan program dalam pelestarian lingkungan ciliwung, dengan melansir program “Gotong Royong Merawat Ciliwung”.

BERITA TERKAIT

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…

Ford Rencanakan Teknologi Nirkabel Baru Untuk Mobil

Ford Motor Co mengatakan pada Senin (7/1) bahwa pihaknya berencana untuk meluncurkan teknologi nirkabel untuk model kendaraan baru di Amerika…

Mandeh, Destinasi Sport Tourism Baru di Sumatera Barat

Kawasan wisata Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang selama ini dikenal sebagai Raja Ampat-nya tanah Minang resmi…

BERITA LAINNYA DI CSR

Bersama Pemerintah Kota Tangerang Selatan - Indah Kiat Salurkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

Masih dalam rangka peduli kemanusiaan terhadap korban musibah tsunami di Selat Sunda akhir tahun 2018 kemarin, industri Asia Pulp &…

Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia - Sharp Mengajak Siswa di Jember Peduli Lingkungan

Menanamkan budaya tanggung jawab dan peduli pada lingkungan sejak dini merupakan cara yang tepat agar hal tersebut menjadi kebiasaan positif…

Ciptakan Lingkungan Bersih - Allianz Beri Pelatihan Bank Sampah Gusling

Persoalan pengelolaan sampah masih menjadi masalah yang belum tertangani secara optimal, bahkan sebagian belum tertangani dengan baik. Alhasil, memberikan dampak…