LG Tawarkan TV OLED 4K dengan Harga Terjangkau

NERACA

Jakarta - PT. LG Electronics Indonesia diklaim menjadi pionir dan pemimpin pasar TV OLED global. Kali ini, LG menghadirkan TV OLED 4K terbarunya. Hadir dalam bentang layar 55 inch, yang membuatnya jadi kabar baik bagi para peminat TV OLED, LG menyatakan bakal memasarkan TV yang juga dilengkapi dengan teknologi HDR ini dengan harga lebih terjangkau.

Meski menyandang predikat terjangkau, LG menyatakan, tak membuat TV yang hadir dalam seri LG 55B8 ini hadir seadanya. Malahan, LG menyatakan, TV OLED 4K HDR terbarunya ini disiapkan benar untuk dapat menghadirkan tayangan dalam nuansa sinematik di tengah ruang keluarga penggunanya. Termasuk dalam teknologi ini yaitu keberadaan dua teknologi Dolby Laboratories untuk visual dan audio, serta dukungan format HDR yang luas.

Dengan seluruh kelengkapannya ini, LG menawarkan TV OLED LG 4K HDR terbarunya ini dalam kisaran harga Rp 25 juta. “Inilah buah inovasi yang terus kami kembangkan dalam TV OLED. Tak hanya pada pengembangan teknologi penyerta, namun pula menghadirkannya dalam tingkat harga lebih terjangkau bagi banyak orang,” ujar TV Product Marketing LG Electronics Indonesia, Julius di Jakarta, Rabu (10/10).

Menjadi evolusi berikutnya pada panel TV, keunggulan OLED tersemat pada namanya yaitu Organic Light Emitting Diode (OLED). Kata organic merujuk pada kemampuan tiap piksel mengatur tingkat pencahayaannya secara organik tanpa perlu lagi deret lampu LED untuk pencahayaan latar (backlight).

Ketiadaan pencahayaan latar ini membuat panel OLED dapat mencapai contrast ratio, tingkat reproduksi warna yang mampu dicipta media penampil dari hitam hingga putih, sampai tak terhingga. Hal ini karena pada saat mencipta warna hitam, piksel OLED benar-benar mati. Dengan tiadanya pencahayaan belakang, warna hitam tercipta dengan kedalaman pekat.

Kemampuan menghasilkan warna hitam absolut ini di sisi lain berkontribusi pada meningkatnya akurasi detail gambar, disamping pula memberikan efek lebih dramatis pada tiap objek tertayang. Disisi lain, ketiadaan deret LED sebagai pencahayaan latar pun membuat dimensi TV OLED sangat tipis.

Sejak diperkenalkan pertama kali, LG mencatatkan diri sebagai pionir dalam pengembangan panel Organic Light Emitting Diode (OLED). Konsistensi LG dalam mengembangkan panel OLED bagi TV ini tak hanya membuatnya menerima pengakuan atas inovasi dari berbagai lembaga internasional, bahkan lebih dari itu, membawa perusahaan sebagai pemimpin dalam penjualan TV OLED di seluruh dunia.

Dengan membawa serta seluruh kecanggihan ini yang dikemas dalam tingkat harga terjangkau, LG sendiri sangat optimis akan pemasaran TV OLED terbarunya ini di Indonesia. Apalagi, menurut Julius reputasi LG sebagai pemimpin pasar TV OLED global akan menjadi modal besar untuk meraih kepercayaan masyarakat.”Harapannya keberadaan TV OLED yang lebih terjangkau ini akan membuat semakin banyak keluarga Indonesia dapat merasakan teknologi terbaik TV yang memberi pengalaman sinematik di dalam rumah,” ujar Julius.

BERITA TERKAIT

Audien Dengan Dirjen Pajak - BEI Keukeuh Suarakan Hapus Pajak ETF

NERACA Jakarta – Mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait soal insentif penghapusan pajak exchange traded fund (ETF) dalam…

HARGA GARAM

Petani memanen garam di Desa Bunder, Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (13/8). Sebagian petani dan buruh tani di daerah itu enggan…

DAK Dikelola dengan Baik Mampu Akselerasi Pertumbuhan

  NERACA   Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengatakan Dana Alokasi Khusus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anggaran untuk Pembangunan Infrastruktur Naik 4,9%

  NERACA Jakarta - Pemerintah berencana untuk menggelontorkan anggaran infrastruktur dari APBN 2020 sebesar Rp419,2 triliun atau meningkat 4,9 persen…

Manipulasi Perintah Hakim, Jaksa Agung Dinilai Abaikan Larangan Presiden

  NERACA Jakarta - Pada pidato Sidang Tahun DPR/MPR 16 Agustus kemarin, Presiden Joko Widodo menginginkan tidak adanya ego sektoral…

Anggaran Pindah Ibukota Tak Masuk APBN 2020

  NERACA Jakarta -  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan pemerintah belum mengandalkan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan…