Kota Sukabumi September Alami Deflasi 0,30 Persen

Kota Sukabumi September Alami Deflasi 0,30 Persen

NERACA

Sukabumi - Jika dibulan sebelumnya Kota Sukabumi mengalami inflasi. Justru di bulan September 2018 mengalami deflasi. Deflasi di bulan September 2018 tersebut sebesar 0,30 persen. Penyebab terjadinya deflasi tersebut, dipicu oleh adanya penurunan harga beberapa komoditas dari kelompok bahan makanan dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan.

"Berdasarkan data dari Badan Pusat Satistik (BPS) Kota Sukabumi, dari 7 kelompok pengeluaran, Deflasi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,97 persen, dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen," ujar Kabag Perekonomian, Pembangunan dan Kerjasama Daerah Setda Kota Sukabumi Rahmat Sukandar kepada Neraca, Rabu (10/10).

Sedangkan untuk inflasi kata Rahmat, terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,42 persen, diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,21 persen, kelompok sandang sebesar 0,14 persen, dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,08 persen.

Rahmat menjelaskan, fluktuasi angka inflasi yang dialami Kota Sukabumi selama dua belas bulan terakhir dari September 2017 sampai dengan September 2018. Dimana laju inflasi tahun ke tahun (year on year) September 2018 terhadap September 2017 sebesar 2,82 persen. Selama kurun waktu tersebut terjadi tiga kali deflasi, yaitu deflasi di bulan September 2017 sebesar 0,02 persen, bulan Agustus 2018 sebesar 0,10 persen dan bulan September 2018 sebesar 0,30 persen."Sementara sembilan bulan lainnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan Januari 2018, yaitu sebesar 0,79 persen, dan inflasi terendah terjadi pada bulan April 2018, yaitu sebesar 0,03 persen," terangnya.

Dari tujuh kota pantauan IHK di Jawa Barat September 2018, kata Rahmat, seluruhnya mengalami deflasi yaitu Kota Bogor sebesar 0,26 persen, Kota Sukabumi sebesar 0,30 persen, Kota Bandung sebesar 0,24 persen, Kota Cirebon sebesar 0,27 persen, Kota Bekasi sebesar 0,07 persen, Kota Depok sebesar 0,14 persen, dan Kota Tasikmalaya sebesar 0,27 persen."Tujuh kota yang dipantau oleh Jawa Barat semuanya mengalami deflasi," ujarnya.

Secara umum lanjut Rahmat, komoditas yang menyumbangkan andil inflasi/deflasi di bulan September 2018 tercatat sebanyak 109 barang/jasa dalam paket komoditas Kota Sukabumi yang mengalami perubahan harga di bulan September 2018, dimana sebanyak 69 barang/jasa mengalami kenaikan harga dan 40 lainnya mengalami penurunan harga. Arya

BERITA TERKAIT

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen NERACA Serang - Pembangunan fisik jalan tol Serang-Panimbang sampai saat ini mencapai 5,74 persen…

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

PMDN Bantu Kurangi Angka Pengangguran Sukabumi

PMDN Bantu Kurangi Angka Pengangguran Sukabumi NERACA Sukabumi - Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Sukabumi, Jawa Barat banyak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor - Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan NERACA Denpasar - Tiga…

KOTA SUKABUMI - Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW

KOTA SUKABUMI Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW NERACA Sukabumi - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…