DUCK Ekspansi Buka 12 Gerai Baru - Kejar Pendapatan Tumbuh 14%

NERACA

Jakarta – Mengantungi dana segar hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 259,2 miliar, PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) sebagai perusahaan yang memiliki merek The Duck King pacu ekspansi bisnis dengan menambah 12 gerai baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri.”Kami akan buka tiga gerai di luar negeri yakni di Vietnam, Kamboja dan Myanmar. Pertama Ho Chi Minh, semuanya rumah makan dengan brand The Duck King,” kata Dewi Tio, Direktur DUCK di Jakarta, kemarin.

Sedangkan sembilan rumah makan lagi akan dibuka di dalam negeri. Adapun kota-kota yang incar adalah kota-kota di Jawa, Makassar, Tangerang, Medan dan Bali. Nantinya dengan membuka gerai baru, kata Dewi Tio, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sebesar 14% menjadi Rp 617 miliar. Sepanjang 2017 pendapatan restoran The Duck King mencapai Rp 538 miliar. Dari target perolehan pendapatan tersebut laba bersih ditargetkan mencapai Rp 111 miliar.”Per Juni ini laba bersih sudah mencapai 47% dari target, jadi kami confidence di tahun ini akan tercapai karena kami baru saja buka 3 gerai baru yang berlokasi di luar Kota Jakarta," ujarnya.

DUCK juga menargetkan pertumbuhan laba bersih meningkat 30% paska ekspansi yang dilakukan ke tiga negara tersebut. Sedangkan untuk investasi pengembangan bisnis, perseroan akan menggunakan sekitar 80% dana hasil IPO dari total dana segar hasil IPO senilai Rp 259,23 miliar dan sisanya 20% akan digunakan untuk modal kerja.

Sebagai tambahan informasi, perseroan memiliki bisnis makanan dan minuman dengan tiga merek utama restoran yakni The Duck King, Fook Yew, dan Panda Bowl, serta tujuh sub-merek dari The Duck King untuk menangkap permintaan di segmen konsumen kelas menengah yang sedang tumbuh di Indonesia. Saat ini perseroan telah memiliki sekitar 35 gerai yang tersebar di sembilan kota di dalam negeri.

Resmi mencatatkan saham perdana di pasar modal, saham DUCK melejit hingga 49,5% dari posisi harga penawaran saham perdana senilai Rp 505 per lembar sahamnya ke level Rp 755. Volume transaksi pada saat pembukaan tersebut juga tercatata sebanyak 3.237 saham senilai Rp 244,39 juta. DUCK melepas saham sebanyak 513,3 juta lebar saham ke publik atau setara dengan 40% dari modal ditempatkan perusahaan melalui skema IPO. Dengan begitu, dari proses IPO, DUCK meraup dana segar senilai Rp 259,23 miliar.

Dari total saham yang dilepas ke publik, DUCK mengalokasikan 0,006% untuk program alokasi saham karyawan (Employee Stock Allocation/ESA) atau setara dengan 30 ribu lembar saham.

BERITA TERKAIT

Perundingan Perdagangan Bukan Hanya Kejar Kuantitas

NERACA Jakarta – Indonesia for Global Justice (IGJ) menilai bahwa ambisi Pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan berbagai perjanjian perdagangan bebas yang…

Pool Advista Bidik Pendapatan Rp 87 Miliar

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Pool Advista Finance Tbk (POLA) langsung mematok target bisnis…

Sulap Ponsel Android Lama jadi Baru

Tak dimungkiri, permasalahan yang dihadapi pengguna smartphone Android adalah adopsi sistem operasi yang tidak merata. Sejumlah vendor smartphone kerap kesulitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada AA-. Prospek…

Bakrieland Raup Untung Rp 3,1 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mencatat laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun hingga kuartal III-2018…

Pefindo Beri Peringkat A Semen Baturaja

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), serta surat utang jangka menengah atau Medium…