PNM Padang Salurkan Modal UMKM Rp690 Miliar

PNM Padang Salurkan Modal UMKM Rp690 Miliar

NERACA

Padang - PT Permodalan Nasional Madani Cabang Padang telah menyalurkan modal senilai Rp690 miliar untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Sumatera Barat sampai akhir September 2018 melalui dua program.

"Penyaluran modal untuk UMKM di Sumbar sebesar Rp690 miliar itu yakni melalui program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar)," kata Kepala PNM Cabang Padang Yulia Vitria di Padang, Selasa (9/10).

Hal ini disampaikan pada pembukaan kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha bertema "UMKM bersama PNM Membangun Negeri" yang dihadiri 300-an mitra binaan dari program ULaMM dan Mekaar di provinsi itu.

Ia merinci, pembiayaan modal itu melalui program ULaMM sebesar Rp530 miliar, dengan jumlah nasabah sebanyak 7.000 tersebar pada 14 cabang di wilayah Sumbar. Sementara itu, pada program Mekaar periode yang sama senilai Rp160 miliar, dengan jumlah nasabah 80.000 orang tersebar pada 28 di wilayah Sumbar.

Besaran pelaku UMKM bisa mendapatkan suntikan modal, untuk program ULaMM bisa sampai Rp30 juta dengan persyaratan adanya agunan, dan progam Mekaar setiap orang bisa Rp2 juta tanpa ada agunan, tapi harus terhimpun dalam kelompok. Pihaknya menyadari adanya potensi kredit macet, jelas ada yang menunggak dan selama ini masih dalam batas wajar atau angkanya sekitar tiga persen.

"Guna menekan tingkat kredit bermasalah, dan usaha UMKM bisa terus berkembang makanya ada program pendamping dan pembinaan secara berkala bagi yang mendapatkan suntikan modal. Pelatihan diberikan enam kali setahuan, yakni tiga kali unit dan cabang tiga kali," ujar dia.

Pelatihan yang diberikan, tambah Yulia, juga bertujuan agar UMKM bisa berkembang dan diharapkan dapat naik kelas, sehingga bagi yang mikro jadi kecil, dan kecil ke usaha menengah. Selain itu, PNM terus mengembangkan program klaterisasi atau pengelompokan para pelaku UMKM binaan untuk produk semakin menigkat dari berbagai aspek, dan menyinergikan antara nasabah yang dari produk ULaMM dengan Mekaar.

“Semisalnya ada produk yang dihasilkan nasabah program Mekaar bisa dititipkan di tempat usaha yang dikembangkan oleh nasabah ULaMM. Upaya itu, guna membantu para nasabah dalam membuka jaringan dan perluasan paras produk yang dihasilkan,” ujar dia.

Kepala Divisi Jasa Manajemen PNM Pusat Cut Ria Dewanti mengapresiasi produk UMKM binaan di Sumatera Barat, karena sudah mampu menghasilkan produk kualitas bagus seperti kerajinan rendo. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk berubah baik dari aspek kualitas, corak dan kemasan supaya bisa berhasil, dan nantinya dapat pengembangan pemasaran dari cara tradisional ke modern.

Selain itu, dari sistem pemasaran secara ofline bisa masuk ke online, karena ada anak perusahaan PNM yang dapat mewadahi yakni Mitra Dagang Madani, maka pelaku UMKM binaan diberi pelatihan bagaimana bisa masuk segmen pemasaran secara digital ke depannya.

Pemasaran secara digital atau online tidak mudah juga, karena banyak yang harus dilakukan bagi pelaku UMKM, terutama perbaikan produk, kualitas yang berkaitan dengan masa kadaluarsa, kemasan dan cara bagaimana pengelolaan cahaya atau pengambilan foto produk yang akan ditampilkan harus bagus-bagus.

Salah satu upaya pembinaan kepada pelaku UMKM disampaikan melalui pelatihan seperti Pengembangan Kapasitas Usaha sehingga terjadi perubahan dan perbaikan ke depan."Kami tidak hanya memberi modal tetapi juga melakukan pendampingan dan pembinaan agar para nasabah siap menghadapi pasar. Selama mereka tidak mau berubah, tentu sulit berhasil," ujar Ria. Ant

BERITA TERKAIT

Setor Modal Rp 11 Miliar - Mega Perintis Bikin Anak Usaha Pakaian Jadi

NERACA Jakarta  - Kembangkan ekspansi bisnisnya, PT Mega Perintis Tbk (ZONE) baru saja merampungkan pembentukan entitas anak usaha baru yang…

Ambil Alih RDPT Menara MUI - Reksa Dana Wakaf Ramaikan Pasar Modal

NERACA Jakarta –Danai pembangunan menara Majelis Ulama Indonesia (MUI), lembaga MUI bekerjasama dengan Asia Raya Capital menerbitkan Asia Raya Syariah…

Pemkot Depok Targetkan Penerimaan PBB Rp286 Miliar

Pemkot Depok Targetkan Penerimaan PBB Rp286 Miliar NERACA Depok - Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok menargetkan jumlah penerimaan Pajak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar - Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong

Pemkot Depok Lelang Jabatan Pengelola APBD Rp 600 Miliar Setelah Dua Kursi Kepala Dinas Kosong NERACA Depok - ‎Pemerintah Kota…

Sebanyak 43 Ribu Koperasi Dibubarkan Oleh Kemenkop UKM

Sebanyak 43 Ribu Koperasi Dibubarkan Oleh Kemenkop UKM NERACA Sukabumi - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah membubarkan…

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus 100 Persen Lebih

Produksi Pangan Kabupaten Serang Surplus 100 Persen Lebih NERACA Serang - Produksi pangan di Kabupaten Serang pada 2018 surplus melebihi…