Garudafood Perluas Pasar di Asia Tenggara - Targetkan Volume Ekspor Tumbuh 10%

NERACA

Jakarta- Setelah sukses mencatatkan saham perdananya di pasar modal, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) terus memacu ekspansi bisnis dengan rencana meningkatkan volume penjualan ekspor perseroan lebih dari 10%. Saat ini volume penjualan ekspor perseroan berkisar 5% dari total penjualan perseroan.

Direktur Utama PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk, Hardianto Atmadja mengatakan, Garudafood mengincar negara-negara Asia terutama di Asia Tenggara dalam proses peningkatan volume ekspor produk-produknya.”Kami harapkan minimal double digit ekspor itu secara perlahan hingga 2-3 tahun kedepan karena market ekspor itu cukup menjanjikan. Jadi milestone kami menjadi perusahaan yang go internasional kedepannya," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, saat ini perseroan sedang berfokus untuk meningkatkan fasilitas produksi di tiga pabrik yang dimiliki perseroan. Tahun ini, Garudafood mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 800 miliar untuk pengembangan usahanya. Hingga saat ini anggaran belanja modal sudah direalisasikan sebesar 70%.

Disampaikan Hardianto, capex sebenarnya selalu menambah fasilitas produksi. Sedangkan untuk tahun depan perseroan belum memiliki proyeksinya. Karena kalau penambahan mesin setidaknya butuh waktu 6 bulan mulai dari pemesanan. Sedangkan pada tahun ini, Garudafood menargetkan pendapatan dan leba bersih perseroan tahun ini tumbuh di atas rata-rata industri yakni lebih dari 10%.”Karena dari sisi volume penjualan saja per April itu sudah tumbuh 13% year on year (YoY). Kuartal IV juga tren-nya lebih bagus biasanya karena ada hari raya Natal dan Tahun Baru,"kata Hardianto.

Tahun depan, lanjutnya, perseroan berencana menambah satu pabrik barunya. Lokasi dari pabrik tersebut direncanakan tidak jauh dari beberapa fasilitas produksi yang telah dimilik Garudafood. Saat ini perusahaan mengoperasikan tiga fasilitas produksi dan pabrik di Pati Jawa Tengah, Gresik Jawa Timur dan di Kawasan Industri Rancaekek Sumedang, Jawa Barat yang seluruhnya memproduksi produk-produk Garudafood.”Ini masih rencana, jadi kita tunggu tanggal mainnya. Yang pasti ada pabrik baru di tahun depan, dan kami akan announce serta prospeknya nanti seperti apa," ungkap Hardianto.

Sebagai informasi, pada debut perdana di pasar modal saham GOOD melesat tajam yakni sebesar 49,81% dari harga penawaran perdana yang senilai Rp 1.284 per lembar saham menjadi Rp 1925 per lembar. Volume transaksi GOOD pada saat pembukaan tercatat sebanyak 1.585 unit saham saham senilai Rp 305,11 juta.

Kata Komisaris Utama Garudafood, Sudhamek Agoeng, aksi korporasi go public sudah direncanakan sejak 10 tahun silam. Namun, rencana itu baru terealisasi saat ini. Melalui IPO, Garudafood berhasil meraih dana senilai RP979,48 miliar. Garudafood menerbitkan saham baru sebanyak 762,84 juta termasuk saham yang diterbitkan kepada Pelican Company Ltd. sebanyak 727,84 juta dalam dalam rangka konversi mandatory convertible bond (MCB).”IPO merupakan milestone bagi perusahaan keluarga. Ini tahapan baru, karena harus ada transformasi dari perusahaan keluarga menjadi perusahaan terbuka,”ujarnya.

Sudhamek menuturkan, transformasi yang harus dilakukan adalah meningkatkan transparansi dan good corporate governance (GCG). Sementara Direktur dan Corporate Secretary Garudafood, Paulus Tedjosutikno menambahkan, sebagai produsen produk makanan dan minuman, Garudafood mencatatkan kinerja yang sangat solid. Selama periode 4 bulan hingga April 2018, penjualan tercatat naik 13,5% menjadi Rp2,9 triliun dari Rp2,5 triliun untuk periode yang sama pada 2017.

Kinerja keuangan yang baik dari Garudafood didukung dengan produk–produk yang digemari oleh masyarakat. Garudafood saat ini memproduksi dan menjual produk makanan dan minuman di bawah lima merek unggulannya yaitu Gery, Garuda, Chocolatos, Leo dan Clevo.

BERITA TERKAIT

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…

Laba Bersih Bersih MNC Studio Tumbuh 49% - Ditopang Rating Tinggi dan Iklan

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mencatatkan laba bersih Rp168,1 miliar atau naik…

Nilai Transaksi Harian Sepekan Tumbuh 1,24% - Banyak Diburu Investor Lokal

NERACA Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar 0,43% ke level…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…