Aksi Beli Investor Topang Penguatan IHSG - Manfaatkan Saham Terdiskon

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,62% ke level 5.796,79 poin.IHSG menghijau di tengah bursa-bursa utama kawasan Asia yang bergerak variatif: indeks Hang Seng turun 0,11%, Shanghainaik 0,17%dan Nikkei turun 1,32%.

Nilai traksaksi mencapai Rp 6,05 triliun, lebih rendah dibandingkan Rp 6,9 triliunpada penutupan kemarin. Indeks sektor keuangan menjadi motor utama yang menyokong kenaikan IHSGdenganmenguat 1,09%.Penguatannya mulai terlihat ketika mengawali perdagangan dengankenaikan 0,19%. Sementara investor asing kembali membukukan jual bersih (net sell) senilai Rp 232 miliar, lebih kecil dibandingkan penjualan kemarin Rp 652 miliar.Beberapa sahamyang paling banyak dilepas asing, PT Perusahaan Gas Negara/PGAS (Rp 93 miliar), PT Panin Financial/PNLF(Rp 64 miliar), PT UnitedTractors/UNTR(Rp 45 miliar), PT Bank Negara Indonesia/BBNI(Rp 30 miliar)dan PT Semen Indonesia/SMGR (Rp 25 miliar).

Sementara pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka menguat 10,84 poin atau 0,19% menjadi 5.771,91. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,69 poin atau 0,30% menjadi 906,36.”Pelaku pasar kembali memanfaatkan sejumlah harga saham yang harganya relatif masih rendah sehingga IHSG melanjutkan penguatan," kata analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada.

Dia menambahkan, sebagian investor juga merespon positif Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018, dimana sejumlah BUMN dan lembaga di bawah Kementerian Keuangan memfasilitasi penandatangan dan peluncuran delapan proyek di sela-sela rangkaian agenda itu.”Diharapkan, pergerakan positif IHSG ini dapat berlanjut meski dibayangi pelemahan bursa saham Asia dan mata uang rupiah," katanya.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan, pasar saham Indonesia tetap dibayangi ketidakpastian global, terutama harga minyak dunia dan perang dagang yang telah terdampak terhadap rupiah.”Kondisi itu dapat membebani IHSG, sejalan dengan pasar saham Asia yang terbebani sentimen perang dagang,"jelasnya.

Tercatat bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup melemah 324,17 poin (1,36%) ke 23.459,55, indeks Hang Seng melemah 52,05 poin (0,20%) ke 26.150,51, dan indeks Strait Times melemah 7,75 poin (0,24%) ke posisi 3.173,70.

BERITA TERKAIT

Aksi Beli Asing Lanjutkan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/11) melanjutkan penguatannya dengan ditutup lebih…

Seberapa Sustain Penguatan Rupiah Lewat Penjualan Obligasi?

Oleh: Djony Edward Tren penguatan rupiah yang super cepat masih menyimpan misteri. Begitu derasnya dana asing masuk dicurigai sebagai hot…

Masyarakat Diimbau Tidak Beli Produk Otomotif Palsu

Masyarakat Diimbau Tidak Beli Produk Otomotif Palsu NERACA Jakarta - Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) mengimbau pada masyarakat agar tidak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Keadilan Akan Batasi Ruang Genderuwo Ekonomi

Istilah genderuwo mendadak viral setelah dicetuskan Presiden Jokowi untuk menyebut politikus yang kerjanya hanya menakut-nakuti masyarakat, pandai memengaruhi dan tidak…

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…