Pemerintah Diminta Dorong Kesiapan Daerah Terapkan OSS

NERACA

Jakarta - Pemerintah dinilai perlu untuk mendorong kesiapan berbagai otoritas di tingkat daerah agar dapat benar-benar menerapkan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau OSS. "Penerapan Online Single Submission (OSS) seharusnya menunggu kesiapan daerah. Kesiapan ini seharusnya juga didorong oleh pemerintah pusat untuk mempercepat penyesuaian peraturan daerah dan juga kesiapan infrastruktur," kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy, di Jakarta, Selasa.

Menurut Imelda Freddy, hal ini penting mengingat setiap daerah memiliki peraturan daerah yang berbeda dan kesiapan infrastruktur internet yang juga tidak sama, sehingga ada ketimpangan antardaerah mengimplementasikan OSS dengan optimal dan justru menganggu iklim usaha.

Ia menegaskan, pemerintah seharusnya menyadari bahwa dalam proses penerbitan izin berusaha, banyak sekali izin-izin yang diperlukan, serta tahapan perizinan yang harus dilalui untuk sampai ke tahap tersebut membuat pengusaha harus melengkapi dokumen yang cukup banyak dan menyita waktu.

"Contohnya, untuk mendapatkan SIUP, beberapa bidang usaha mengisyaratkan adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dalam SOP pengurusan IMB yang dikeluarkan pemerintah, pengurusannya memakan waktu hampir satu bulan. Tapi kenyataaannya, proses untuk mengurus IMB ini dapat memakan waktu yang lebih lama karena pengurusannya melibatkan beberapa dinas di tingkat daerah," ungkap Imelda.

Untuk itu, ujar dia, sebaiknya sebelum OSS diberlakukan, pemerintah sudah lebih dulu memastikan kesiapan di berbagai daerah di Nusantara. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan penyempurnaan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS) terus dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada para investor.

"Kami terus menyempurnakan sistem OSS dan melakukan sosialisasi, sehingga ketika waktu diserahkan kepada BKPM, sistem ini sudah berjalan dengan baik," kata Darmin dalam sosialisasi sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik (OSS) di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat (21/9). Darmin mengatakan proses perizinan berusaha ini memberikan pengalaman digital yang lebih jelas dan pasti bagi para investor dalam memulai kegiatan bisnis di Indonesia karena mampu menekan waktu pelayanan yang sebelumnya dirasakan terlalu lama.

BERITA TERKAIT

Predator League 2020, Acer Dukung Industri E-Sports Indonesia

  NERACA Jakarta - Babak Final Indonesia pada Asia Pacific Predator League 2020 segera dimulai besok. Pertarungan 16 tim PUBG dan…

Kriminalisasi Jaksa Chuck Dituangkan Dalam Buku Titik Dalam Kurung

  NERACA JAKARTA - Tragedi kriminalisasi jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno dikisahkan Agus Dwi Prasetyo dalam sebuah novel berjudul 'Titik Dalam…

Pemerintah Jamin Biodiesel B30 Tidak Pengaruhi Mesin

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin pemanfaatan biodiesel dengan campuran nabati 30…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Predator League 2020, Acer Dukung Industri E-Sports Indonesia

  NERACA Jakarta - Babak Final Indonesia pada Asia Pacific Predator League 2020 segera dimulai besok. Pertarungan 16 tim PUBG dan…

Kriminalisasi Jaksa Chuck Dituangkan Dalam Buku Titik Dalam Kurung

  NERACA JAKARTA - Tragedi kriminalisasi jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno dikisahkan Agus Dwi Prasetyo dalam sebuah novel berjudul 'Titik Dalam…

Pemerintah Jamin Biodiesel B30 Tidak Pengaruhi Mesin

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin pemanfaatan biodiesel dengan campuran nabati 30…