HK Metals Utama Bidik Pasar Ekspor Kanada - Perbesar Kapasitas Pabrik

NERACA

Jakarta – Kantungi dana segar hasil penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO), PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) akan memperbesar kapasitas pabrik aluminium perseroan yang merupakan lini anak usaha yaitu PT Handal Aluminium Sukses. Nantinya dengan peningkatan kapasitas produksi, perseron bisa menggenjot pasar ekspor.

Kata Direktur Keuangan HKMU, Pratama Girindra, saat ini perseroan telah melakukan penjualan ekspor ke Belanda dan juga Amerika Serikat dan di tahun depan membidik pasar ekspor ke Kanada. “Kanada sudah menunggu produk kami didistribusikan ke sana yakni aluminium extrusion. Karena kami lihat potensi penguatan dolar AS kedepan bisa berdampak positif bagi perusahaan,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, tren penguatan nilai tukar dollar AS terhadap rupiah mendorong perseroan untuk memacu pendapatan ekspor. Dimana perusahaan menargetkan kontribusi penjualan ekspor mencapai 40% dari total penjualan perseroan dari saat ini sebesar 20%. Sedangkan untuk ekspor yang sudah dilakukannya saat ini memiliki volume penjualan sebesar 120 ribu ton per bulan produk aluminium extrusion.

Seluruh dana dalam peningkatan nilai ekspor tersebut, lanjut Pratama, akan mengunakan anggaran yang berasal dari penawaran umum perdana sahamnya (initial public offeirng/IPO) sebesar Rp 235 miliar. Oleh karena itu, perseroan tidak menganggarkan belanja modal (capex) lain untuk aktivitas usaha. Perseroan ingin memperbesar porsi produksi dari lini produksi aluminium untuk menangkap permintaan pasar.

Dengan perolehan dana IPO tersebut perseroan akan langsung melakukan pemesanan 4 unit mesin, untuk melengkapi 3 mesin Handal Aluminium Sukses, anak usaha perseroan dari sebelumnya memiliki kapasitas 500 ton menjadi 1500 ton. Pabrik tersebut baru saja beroperasi pada awal tahun ini sehingga HKMU tersebut tengah menikmati lonjakan pendapatan dan laba. Sementara itu, hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan nilai penjualan sebesar Rp 800 miliar. Nilai tersebut sudah tercermin dari penjualan hingga Maret tahun ini senilai Rp 400 miliar

Di kuartal pertama 2018, HKMU membukukan bersih sebesar Rp230,37 miliar atau melonjak 140,6% dibandingkan pendapatan perseroan pada kuartal sama tahun sebelumnya. Pratama menyampaikan, pada kuartal I/2018 perseroan mencatatkan lonjakan baik dari sisi penjualan maupun laba bersih karena baru saja mengoperasikan pabrik Handal Aluminium Sukses, sehingga perusahaan tersebut berkontribusi pada kinerja keuangan konsolidasi HKMU. Selama ini, kontribusi terbesar pada pendapatan perseroan adalah dari PT Hakaru Metalindo Perkasa yaitu mencapai 55%. Hingga 2020, perseroan akan membesarkan porsi pendapatan dari Handal AluminiumSukses mencapai 60%, dengan kontribusi dari Hakaru Metalindo Perkasa 35%—40%.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Kapasitas Produksi - Impack Anggarkan Capex Rp 188 Miliar

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) tahun ini menyiapkan belanja modal sebesar Rp 188…

Alokasikan Capex Rp 2,5 Triliun - Charoen Pokphand Bangun Dua Pabrik Baru

NERACA Jakarta – Tingkatkan kapasitas produksi pakan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berencana membangun dua pabrik baru dengan belanja modal…

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok  NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perindustrian dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…