Akomodir Kebutuhan Hunian untuk Masyarakat Malang - Nayumi Group Bangun Apartemen Nayumi Samtower

Akomodir Kebutuhan Hunian untuk Masyarakat Malang

Nayumi Group Bangun Apartemen Nayumi Samtower

NERACA

Jakarta - Pertumbuhan ekonomi kota Malang ternyata sangat tinggi. Itu tak menimbulkan keheranan lantaran saat ini Malang telah berkembang menjadi kawasan wisata, kota bisnis dan sentra pendidikan. Kondisi itu membuat setiap tahun Malang mengalami lonjakan permintaan hunian yang sangat tinggi. Baik hunian sementara seperti tempat kost atau kamar hotel, maupun hunian permanen seperti rumah landed house ataupun hunian bertingkat semacam apartemen.

Potensi pasar hotel di kota Malang masih sangat besar. Data menunjukan kota Malang membutuhkan 4000 kamar baru setiap tahun. Karena Malang merupakan kota sentra pendidikan, kota perdagangan dan kota wisata.

Perkembangan kota Malang yang sangat pesat lantas saja membuka peluang bisnis baru, misalnya bisnis kuliner dan property. Melihat tingginya angka permintaan masyarakat terhadap hunian, membuat Nayumi Group melihat terbukanya sebuah peluang bisnis. Nayumi pun lantas bersiap membangun sebuah hunian untuk kalangan menengah atas yakni apartemen. Apartemen tersebut dinamakan Nayumi Samtower.

Tak pelak, lantas saja, Nayumi Group mulai membangun Apartemen Nayumi Samtower di kota Malang, Jawa Timur. Apartemen yang dikembangkan dalam tiga tahap ini terdiri dari tiga tower yang tiap towernya terdiri dari 22 lantai dengan unit yang mencapai 700 sampai 1070 unit.

“Ada tiga Tipe hunian di tiap tower yaitu, studio, two bedroom dan loof. Untuk tower pertama sudah terjual sekitar 60 persen untuk tipe studio, sedangkan untuk tipe two bedroom sudah sold out,” kata Rusdi Basalamah, Presiden Komisaris Nayumi group kepada wartawan di Jakarta, disela groundbreaking apartemen nayumi Samtower, Sabtu (29/9).

Menurut Rusdi, apartemen tersebut akan dikembangkan di atas lahan seluas 4900 meter persegi.“Fasilitas yang tersedia di Apartemen Nayumi Samtower antara lain adalah rooftop restaurant dan infinity pool,” jelas Rusdi.

Rusdi menyebut, harga jual tiap unit di Nayumi Samtower berkisar antara Rp 350 juta sampai Rp1 miliar.“Untuk pengembangan proyek apartemen Nayumi samtower,Kami menyiapkan investasi sebesar 376 miliar,” tutur Rusdi.

Rusdi mengaku optimis seluruh unit apartemen Nayumi Samtower bisa sold out dalam tahun ini. Alasannya, lokasi Nayumi Samtower dikelilingi oleh beberapa perguruan Tinggi seperti Universitas Brawijaya, Unisma, Politeknik negeri Malang dan Universitas Negeri Malang.“Banyak di antara mahasiswa yang masuk ke perguruan tinggi negeri di malang, lolos seleksi masuk lewat program mandiri, yang artinye mereka bersedia membayar tinggi. Mereka pasti memiliki orang tua yang cukup berada. Nah mereka ini yang kami tawari untuk membeli hunian di Nayumi Samtower,” kata Rusdi.

Apalagi, sambung Rusdi, dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan minat mahasiswa tinggal di tempat kos. Kalau dulu mahasiswa menyewa tempat kos di kamar sebuah rumah.“Sekarang mereka lebih suka tempat kos di unit apartemen. Alasannya, apartemen menawarkan banyak fasilitas dibanding tempat kos di rumah rumah,” tutur Rusdi.

Dia juga mengungkap, banyak pembeli unit apartemen di Nayumi Samtower adalah kalangan pengusaha seperti pengusaha travel yang membeli 10 sampai 15 unit di Nayumi Samtower. Unit hunian di apartemen Nayumi Samtower, lanjut Rusdi, akan menjadi bagian dari pengelola paket wisata yang ditawarkan perusahaan travel tersebut.

“Mereka menawarkan para turis berwisata di daerah sekitar Malang, setelah itu mereka diberikan paket layanan menginap di Nayumi Samtower,” beber Rusdi.

Rusdi juga mengutarakan, dari tiga tower apartemen Nayumi Samtower, salah satu tower akan didevelop menjadi hotel.“Hotel ini nanti akan dikelola oleh Tauzia Hotel Management, Tauzia Hotel Management adalah jaringan yang mengelola Harris Vertu Hotel, Fox Harris Hotel, Harris Hotel, Pop Hotel dan Yello Hotel, untuk di Nayumi Apartemen, yello hotel yang kita pilih,” ungkap Rusdi.

Sementara itu, Irene Janti, Direktur Marketing Tauzia Hotel Management, pemilik Brand Yello Hotel mengatakan, potensi wisatawan di Malang masih sangat besar, terutama bagi wisatawan milineal yang menginginkan suasana baru dengan harga terjangkau.“Mereka senang berpergian dan menginap di hotel-hotel yang sesuai dengan selera mereka," ujar Irene.

Karena itu, lanjut Irene, konsep hotel yang dikembangkan Yello Hotel Malang adalah "art street", yakni bernuansa seni jalanan, seperti seni mural, begitu juga dengan seni musiknya yang dekat pada hip hop dan R n B.

"Kita akan mendekati komunitas "art street"di sini, memberi ruang kepada mereka untuk tampil, seperti menyedia dinding untuk mengekspresikan seni mural (lukisan dinding)," beber Irene. Mohar

BERITA TERKAIT

Duka Keluarga Besar PNM untuk Reni Hermawati

Duka Keluarga Besar PNM untuk Reni Hermawati NERACA Pangandaran - Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Arief…

KPK Temukan Ketidaksesuaian Keterangan Saksi Lippo Group

KPK Temukan Ketidaksesuaian Keterangan Saksi Lippo Group NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan saksi dari…

Masyarakat Diimbau Tidak Beli Produk Otomotif Palsu

Masyarakat Diimbau Tidak Beli Produk Otomotif Palsu NERACA Jakarta - Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) mengimbau pada masyarakat agar tidak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Mensos Resmikan Sarana KAT di Kabupaten Landak

Mensos Resmikan Sarana KAT di Kabupaten Landak NERACA Landak - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan Sarana Komunitas Adat…

Pemkab Kuningan Akan Bangun PLUT

Pemkab Kuningan Akan Bangun PLUT NERACA Kuningan – Untuk membantu dan memajukan para pengusaha kecil menengah, Pemkab Kuningan akan membangun…

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian

Disdukcapil Sukabumi Tingkatkan Layanan Pembuatan Akta Kematian NERACA Sukabumi - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sukabumi terus meningkatkan…