Buana Finance Bakal Terbitkan MTN Semester Dua - Genjot Target Pembiayaan Rp 3 Triliun

Neraca

Jakarta– Emiten perusahaan pembiayaan, PT Buana Finance Tbk (BBLD) berencana menerbitkan surat hutang jangka menengah atau medium term notes (MTN) pada pertengahan tahun ini. Nantinya, dana ini akan digunakan untuk belanja modal.

Corporate Secretary Buana Finance, Sudiono Pujo mengatakan, penerbitan ini dilakukan mendukung pembiayaan tahun ini yang ditargetkan hingga Rp3 triliun. “Kemungkinan memang ada di tahun ini, namun masih akan dikaji dan tetap fokus mencari pinjaman perbankan untuk biayai belanja modal,” katanya di Jakarta, Kamis (1/3).

Menurut Sudiano, selama ini pihaknya sendiri mengandalkan sumber pendanaan sebesar 100% dari perbankan. Tahun ini, jika ada intrumen lain yang lebih kompetitif, maka bukan tidak mungkin perseroan mengambil sumber pendanaan lewat instrumen lain. “Karena kita melihat, kalau bunganya hanya beda tipis dengan perbankan, buat apa pake instrumen lain,” jelasnya.

Untuk tahun ini sendiri, dia mengungkapkan, pihaknya baru saja melakukan pembiayaan lanjutan senilai Rp240 miliar dengan komposisi Bank ICBC senilai Rp50 miliar, Bank Danamon Rp150 miliar dan Bank Capital Rp90 miliar.

Selain itu, dia menyebutkan target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 3 triliun. Dimana Rp 2 triliun untuk leasing dan sisanya Rp 1 triliun untuk konsumer. Pembiayaan alat berat sendiri, kata Sudiono, masih bagus sepanjang industri batu bara dan perkebunan tumbuh positif, “Pembiayaan alat berat memberikan kontribusi pendapatan perseroan sebesar 50%,”ujarnya.

Sebelumnya, perseroan mendapatkan kucuran kredit pinjaman sebesar Rp90 miliar dari PT Bank Capital Indonesia Tbk. Pinjaman itu berjangka waktu 12 bulan dengan jaminan piutang perseroan sebesar 110% dari jumlah terhutang.

Disebutkan juga dampak dari kucuran pinjaman ini berdampak positif terhadap kegiatan operasional perseroan. Selain itu berdampak pula terhadap kelangsungan usaha perseroan dan modal kerja pun bertambah.

Laba bersih perseroan yang berkode saham BBLD itu mencapai Rp70,37 miliar per akhir September, meningkat 78% dari periode yang sama pada 2010. Perseroan sendiri pernah peroleh fasilitas modal kerja Rp50 miliar dari PT ICB Bumiputera Tbk. Dana tersebut dapat membantu perseroan meraih target pembiayaan Rp3 triliun pada tahun ini. "Plafon kita yang belum terpakai itu Rp500 miliar. Itu masih cukup untuk penyaluran pembiayaan sepanjang semester I dengan ditambah equitas kami," kata Direktur Utama Buana Finance Soetadi Limin.

Perseroan sendiri masih memiliki modal sendiri Rp1 triliun dan berharap dapat memperoleh likuditas perbankan Rp2 triliun untuk ekspansi sepanjang tahun ini. (bani)

Related posts