Astragraphia Bidik Pendapatan Tumbuh 30% di 2012

Neraca

Jakarta - PT Astragraphia Tbk (ASGR) menargetkan pendapatan naik sebesar 30% pada 2012, di mana divisi "printer channel business" menyumbang kontribusi sebesar 28% ke perseroan dari tahun sebelumnya 25%.

Direktur PT Astragraphia Tbk Michael Ronggu mengatakan, target PT Astragraphia Tbk sebesar 30% pada 2012 akan disumbang dari printer channel business yang akan berkontribusi ke sebesar 28% atau tumbuh dari tahun sebelumnya 25%,”Diharapkan dengan pendatapan yang tinggi ini bisa membawa perseroan bisa tumbuh melesat,”katanya di Jakarta, Kamis (1/3).

Sementara itu, Chief Executive Printer Channel Business Astragraphia Tbk K. Teguh Santoso mengatakan, untuk memenuhi target tersebut ada beberapa langkah yang akan dilakukan perseroan.

Pertama, pihaknya akan mengeluarkan sejumlah produk baru pada Mei dan November 2012. Produk baru tersebut juga untuk menjangkau segmen ritel dan produk untuk "high end consumer".

Divisi "printer channel business" diharapkan dapat tumbuh 37% pada 2012 dari periode sama sebelumnya 24%. "Kami juga menggunakan sistem "trade in" kepada konsumen, di mana produk lama akan digantikan dengan yang baru," ujar Teguh.

Kedua, perseroan juga bekerja sama dengan mitra server dan netbook. Selama ini perseroan telah bekerja sama dengan Fujitsu, Dell dan Lenovo. Ketiga, pihaknya akan memperkuat tim penjualan langsung (direct sales) dan ritel baik di Jawa dan luar Jawa. "Kami akan meningkatkan kerja sama dengan mitra bagi penjualan ritel. Target kami menjadi 100 channel pada 2012. Saat ini masih di bawah 90," kata Teguh.

Selain itu, divisi "printer channel business" akan menganggarkan investasi sekitar 28% dari total belanja modal konsolidasi sebesar Rp96 miliar pada 2012. Dana belanja modal berasal dari kas internal.

Sebagai informasi, perseroan mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan 2011 sebesar 17,78% dari Rp118,41 miliar pada 2010 menjadi Rp139,47 miliar pada 2011. Kenaikan laba bersih ini pun diikuti kenaikan pendapatan bersih sebesar 10,16% dari Rp1,56 triliun pada 2010 menjadi Rp1,72 triliun pada 2011. (bani)

Related posts