LPDB-KUMKM Mampu Tekan Kredit Macet

NERACA

Jakarta---Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB)-KUMKM mengklaim sukses menekan kredit macet penyaluran dana bergulir berkat upaya monitoring dan evaluasi (monev). "Upaya monev ini berhasil mengendalikan tingkat kredit macet atau Non-Performing Loan di kisaran 0,21%-0,71%," kata Direktur Pengembangan Usaha LPDB-KUMKM, Halomoan Tamba, di Jakarta,

Pihaknya menyatakan sedang terus meningkatkan upaya monev demi menekan dan mengendalikan tingkat kredit macet yang kemungkinan muncul pasca-pemberian pinjaman kepada para mitra. Karena itu, upaya monev baik secara regional maupun nasional dilaksanakan setiap tiga bulan sekali setiap tahunnya dan dihadiri oleh mitra-mitra LPDB-KUMKM dari seluruh Indonesia.

Monev memang dilakukan melalui pertemuan antara LPDB-KUMKM dengan para mitranya untuk membahas perkembangan usaha setelah mitra menerima pinjaman dana bergulir. "Kami optimistis dengan adanya upaya monev secara berkesinambungan maka tingkat NPL dana bergulir akan bisa dikendalikan serendah mungkin," terangnya

Pihaknya juga telah membentuk bagian pengendalian piutang atau collection yang dinilai menjadi terobosan lain LPDB tahun lalu. "Bagian ini bertugas melaksanakan monitoring lancar tidaknya pembayaran dan pengembalian pinjaman dana bergulir sehingga NPL dapat terus dipantau dan dipertahankan dengan baik," paparnya

LPDB-KUMKM telah menyiapkan dana bergulir sebesar Rp1,3 triliun untuk disalurkan sepanjang 2012. Rencananya alokasi penyaluran dana bergulir tahun ini diprioritaskan kepada koperasi (sebesar 90 persen) dan sisanya dialokasikan kepada Lembaga Keuangan Bank atau Lembaga Keuangan Bukan Bank lainnya. "Proyeksi penyaluran per-provinsi didasarkan pada jumlah koperasi aktif di masing-masing provinsi," jelasnya

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM, Sjarifuddin Hasan, mengatakan tidak mengalami hambatan apa pun dalam menyalurkan dana bergulir kepada para pelaku koperasi dan UMKM melalui badan layanan umum di bawah koordinasinya, yakni LPDB-KUMKM. "Saat ini tidak lagi menjadi hambatan dalam melaksanakan pemberdayaan terhadap para pengusaha mikro melalui bantuan sosial yang berpedoman pada aturan yang diterbitkan oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM," ujarnya

Dijelaskan Sjarifuddin Hasan, optimalisasi penyaluran dana bergulir melalui LPDB-KUMKM sendiri telah dilaksanakan sejak 2008 sehingga secara kumulatif. Sejak LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir (September 2008) hingga 31 Desember 2011 telah disalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp.1.670.876.704.443,00. Dana itu disalurkan kepada 238.776 UMKM melalui 38 mitra koperasi sekunder, 852 mitra koperasi primer langsung, 66 mitra perusahaan modal ventura dan bank, serta 10 UKM strategis.

Penyaluran pinjaman juga terpantau terus mengalami peningkatan setiap tahun. Misalnya, pada tahun 2008 sebesar Rp.35.125.000.000,00, tahun berikutnya meningkat 499,07% atau sebesar Rp.210.424.131.858,00. Pada 2010, juga meningkat 95,27% atau sebesar Rp.410.904.458.246,00, dan meningkat 146,88% pada 2011 atau sebesar Rp.1.014.423.114.339,00. **cahyo

Related posts