Presiden World Bank Ditentukan Direktur Eksekutif

NERACA

Jakarta---Pemilihan Presiden World Bank ada mekanime dan aturan mainnya. Karena pemilihan Presiden World Bank tergantung keputusan Direksi Eksekutifnya. Mengutip situs worldbank disebutkan presiden World Bank dipilih oleh Direksi Eksekutif untuk masa jabatan lima tahun

Menurut keterangan dari website tersebut, mantan bos World Bank Robert B Zoellick adalah presiden ke-11 Bank. Dia adalah ketua Dewan Direktur Bank Eksekutif dan juga presiden dari lima organisasi yang saling terkait yang membentuk Grup Bank Dunia.

Selain itu, berdasarkan kesepakatan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD), sebuah negara harus terlebih dahulu bergabung Dana Moneter Internasional (IMF) sebelum menjadi anggota Bank. Keanggotaan dalam IDA, IFC, dan MIGA dikondisikan pada keanggotaan pada IBRD.

Adapun tugas Dewan Direksi Eksekutif dan Presiden Bank, yakni bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan umum Bank, mengawasi pekerjaan Bank setiap hari, dan melakukan tugas mereka di bawah kekuasaan didelegasikan oleh Dewan Gubernur. "Para direktur bertemu dua kali seminggu di Washington, DC, untuk menyetujui pinjaman baru dan meninjau operasi bank dan kebijakan," ungkap World Bank dalam website tersebut.

Adapun lima pemegang saham terbesar, Prancis, Jerman, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, masing-masing menunjuk seorang direktur eksekutif, sementara negara-negara anggota lainnya diwakili oleh 19 direktur eksekutif yang mewakili konstituen di beberapa negara. Situs itu juga mengungkapkan setiap direksi dipilih oleh suatu negara atau sekelompok negara setiap dua tahun. Ini adalah adat untuk aturan pemilu untuk memastikan bahwa keseimbangan geografis yang luas dipertahankan di atas kertas

Ditempat terpisah, Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani diunggulkan jadi Presiden Bank Dunia. Jika hal itu terjadi, diprediksi reformasi lembaga keuangan di Bank Dunia semakin lengkap. "Yang penting kami melihatnya ini kesempatan negara berkembang mengajukan calon untuk menggenapi proses reformasi lembaga keuangan seperti World Bank," kata Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar di Jakarta.

Mahendra menilai tidak hanya Sri Mulyani yang bisa membuat bangga tanah air, siapapun orang Indonesia yang bisa menjadi Presiden pastilah membuat bangsa Indonesia bangga. "Jangan lihat mantan Menkeunya lah, lihat orang Indonesia bisa menjabat setinggi itu, bukan orang Kemenkeu juga kita dukung," ujarnya

Lebih jauh kata Mahendra, segala kemungkinan bisa saja terjadi, meskipun berdasarkan hasil polling sementara calon-calon yang pantas menjabat orang nomor satu di Bank Dunia, Sri Mulyani mendapat porsi yang sangat besar. " Kami tentu memperhatikan hal itu menjadi masukan, kita lihat pemetaan yang lebih luas tadi," paparnya.

Dikatakan Mahendra, agar suara dari negara-negara berkembang tidak terpecah sehingga pemenangnya dari negara yang itu-itu saja. "Yang musti kita lihat bagaimana jangan kemudian semua berlomba untuk mendukung dari 160 negara berkembang akhirnya terpecah semua, akhirnya yang menang balik kesitu lagi,” pungkasnya. **bari/cahyo

Related posts