Dinamika Ekonomi dan Efek Domino

Oleh: Fauzi Aziz

Pemerhati Ekonomi dan Industri

Kalau kita cermati perkembangan yang terjadi di berbagai belahan dunia dewasa ini, kita menemukan sebuah fakta bahwa kegiatan ekonomi sudah makin terikat dalam satu sistem jaringan. Dinamika politik dan ekonomi saling beririsan secara kuat, saling memberikan kekuatan tarikan dalam setiap peristiwa politik maupun ekonomi.

Ekonomi jaringan tumbuh karena ekosistem telah membuahkan produk peradaban yaitu kemajuan teknologi informatika. Ketika informasi diklik dari sumbernya ,konten informasinya langsung dapat terbaca secara real time. Konteksnya juga bisa dikembangkan dengan berbagai analisa, baik untuk kebutuhan politik maupun ekonomi.

Ekonomi jaringan tetap saja ada lokomotif penggeraknya. Dan dalam potret ekonomi dewasa ini, lokomotif itu adalah China dan AS. Penulis melihat keduanya hebat, energinya luar biasa dan daya tariknya juga kuat. Kalau lokomotif tersebut berada dalam satu rangkaian, politik dan ekonomi dunia akan bisa stabil. Dunia barangkali tidak menghadapi banyak gejolak politik maupun ekonomi, dan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi akan lebih baik.

Namun pada kenyataannya kedua lokomotif itu cenderung bergerak menurut fatsunnya masing-masing yang keduanya membawa serangkaian gerbong panjang di bawah pengaruh kekuatan politik dan ekonomi kedua negara adidaya ekonomi tersebut. Mereka berdua terus berebut pengaruh di dunia dengan gaya kepemimpinannya masing-masing. Hampir semua negara emerging economy umumnya tak mau ambil risiko, kecuali harus ikut dalam rangkaian mereka.

Secara kasar barangkali ada semangat untuk "numpang hidup", sambil berjalan mendewasakan diri melalui program national capacity building. Pembangunan dan investasi terus berjalan sesuai kemampuan masing-masing. Arahnya jelas yaitu agar ekonominya dapat hidup dalam sistem ekonomi jaringan dan tidak terdesak dan kemudian terdepak dari rangkaian yang ada.

Hidup dalam lingkungan ekonomi jaringan harus kokoh dan kuat fundamental ekonominya karena ketika terjadi guncangan tidak mudah terpental dan kemudian mengalami crash. Membangun fundamental ekonomi yang kokoh dan kuat adalah sangat struktural, artinya kuat di seluruh lapisan inti sektornya apakah sektor keuangannya atau sektor riilnya.

Ada yang menarik dengan dinamika yang sekarang terjadi. Pertama, kalau antar lokomotif bergerak saling berhadap-hadapan menyatakan perang dagang, gerbongnya menjadi bermasalah adalah hal yang biasa saja.

Kedua, menjadi bersifat kontraktif adalah ketika ekonomi AS mengalami pemulihan, dolarnya mudik karena kenaikan suku bunga acuan the Fed naik, negara emerging market justru pada limbung karena terjadi pelarian modal. Di sini jelas bahwa negara emerging economy sangat rentan terhadap pergerakan likuiditas global.

Tanpa harus mengatakan sistem kapital global bersifat ekspansif dan cenderung infantif, ekonomi di negara - negara emerging economy secara de facto telah menjadi obyek "jarahan" kapital global, meskipun secara de jure tetap menjadi negara berdaulat.

BERITA TERKAIT

Kenaikan Investasi dan Ekspor Manufaktur Wujudkan Ekonomi Sehat

NERACA Jakarta – Pemerintah sedang memprioritaskan peningkatan investasi dan ekspor guna memperbaiki struktur perekonomian nasional. Dua faktor tersebut, juga menjadi…

Penugasan Khusus dan Relevansi Penghapusan Pajak BUMN

Oleh: Defiyan Cori, Ekonom Konstitusi Polemik mahalnya tiket pesawat dengan menuding mahalnya harga avtur yang dijual oleh BUMN Pertamina bisa…

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM NERACA Garut - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan, bila suatu daerah…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Torehan Positif Keuangan Negara

Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya                   Pemerintah mampu menorehkan prestasi gemilang dalam pengelolaan…

Rezim Devisa Bebas, Siapa Menikmati?

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Indonesia dan juga negara-negara lain di dunia pada dasarnya menjadi anggota klub…

Dilema Pengupahan

  Oleh: Dr. Edy Purwo Saputro, MSi Dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Solo Tema Rapimnas Kadin Indonesia (26-28 Nov 2018) di…