Belajar Bahasa Inggris Lewat Aplikasi Neo

Belajar Bahasa Inggris Lewat Aplikasi Neo

Jakarta - Perusahaan aplikasi berbahasa Inggris asal California, AS. Nexgen English meluncurkan Neo, sistem pembelajaran bahasa Inggris secara global dan perdana di Indonesia. Neo merupakan solusi pembelajaran terintegrasi ponsel pertama untuk memperoleh kemahiran berbahasa inggris yang mampu beradaptasi dengan perkembangan pembelajaran pengguna melalui kecerdasan buatan dan sistem pengenal suara. Hal itu diungkapkan Global CEO Nexgen English Online co.& Dyned International, Ian Stuart Adam, dalam rilisnya di Jakarta, kemarin.

“Nexgen English Online mendapatkan lisensi eksklusif distribusi konten pembelajaran bahasa Inggris dari DynEd International, perusahaan terkemuka di bidang perangkat lunak yang sudah berdiri sejak 32 tahun dengan total 25 juta pengguna di seluruh dunia”, jelas Ian Stuart.

Globalisasi telah semakin cepat terjadi dan hal ini semakin dimungkinkan dengan berkembangnya teknologi ponsel untuk berkomunikasi. Perkembangan teknologi telah mendorong tingkat perubahan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Pada tahun 2011, istilah Revolusi Industri ke-4 (4IR) mulai diperkenalkan dan sejak saat itu banyak hal telah berubah menuju ke era dunia digital.

“Pada akhirnya, 4IR akan mempengaruhi setiap orang dan perusahaan harus mampu untuk beradaptasi dengan perubahan yang cepat sesuai dengan segmen pasarnya masing-masing. Globalisasi dan 4IR menciptakan kesempatan serta tantangan baru baik untuk pelaku bisnis serta karyawannya”, papar Ian Stuart.

Menurut Ian Stuart, bagi individu yang ingin memanfaatkan kesempatan ini, kefasihan bahasa Inggris memegang peran penting dalam membuka pintu ke dunia baru dan cara kerja yang berbeda.“Bahasa Inggris telah menjadi bahasa global, penghubung, bahasa dari ilmu modern, informasi serta ilmu ruang angkasa. Bahasa Inggris merepresentasikan paspor bagi setiap orang dalam dunia global yang penuh kompetisi”, tandas dia.

Saat ini, lanjut Ian Stuart, mempelajari bahasa Inggris menjadi lebih mudah dengan perkembangan platform digital. Teknologi ponsel akan menawarkan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki kepada lebih banyak orang di seluruh dunia dan juga memperluas penggunaan kecerdasan buatan.

Sementara Indonesia Chief Representative Officer for Nexgen English online. Co, Artnandia Priajimenjelaskan, salah satu keuntungan dari pembelajaran digital adalah fleksibilitas yang memungkinkan pengguna menyesuaikan dengan jadwal pribadi sehingga menghasilkan generasi yang mampu mengintegrasikan pembelajaran dalam gaya hidup personalnya.”Walaupun memiliki jadwal yang sibuk dan tantangan dalam memperoleh edukasi berkualitas, lokasi dan jarak tidak lagi menjadi hambatan untuk banyak orang. Platform digital memberikan fleksibilitas serta kemudahan akses bagi professional yang ingin belajar”, pungkas Artnandia. Mohar/Rin

BERITA TERKAIT

APLIKASI BIONS

APLIKASI BIONS : kiri ke kanan. Direktur Keuangan BNI Anggoro Eko Cahyo, Kadiv Pengembangan TI BEI Abdul Munim, Presdir BNI…

Rumah Nelayan Indonesia - Berdayakan Ekonomi Nelayan Lewat Digital

Mempermudah masyarakat, khususnya para nelayanan dalam mengakses layanan perbankan menjadi komitmen besar PT Bank Negara Indonesia (Perseroa) Tbk. Menggandeng kerjasama…

KPK: Penyidikan Kasus Garuda Terkendala Dokumen Berbahasa Inggris

KPK: Penyidikan Kasus Garuda Terkendala Dokumen Berbahasa Inggris NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Wiranto Waspadai “Penumpang Gelap” pada 22 Mei

Wiranto Waspadai “Penumpang Gelap” pada 22 Mei NERACA Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengingatkan semua…

KPK Terima Pendaftaran 194 Orang Posisi Sekjen

KPK Terima Pendaftaran 194 Orang Posisi Sekjen NERACA  Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima pendaftaran 194 orang dalam…

Indonesia Pimpin Pertemuan Internasional Kekayaan Intelektual

Indonesia Pimpin Pertemuan Internasional Kekayaan Intelektual NERACA Jakarta - Wakil Tetap RI untuk Pembangunan and Hak Intelektual (CPIP) k PBB,…