Mandiri Bantu 4 Koperasi Senilai Rp189 Miliar - Binaan Sinar Mas

NERACA

Jakarta--- PT Bank Mandiri Tbk (BBMRI) memberikan bantuan kredit senilai Rp189 miliar kepada 4 koperasi yang merupakaan binaan Sinarmas. Adapun bantuan kredit tersebut digunakan untuk pembiayaan perkebunan kelapa sawit. "Rp189 miliar itu untuk kredit pengembangan energi nabati dan revitalisasi pangan (KPEN-RP)," kata Direktur Business Banking Mandiri, Sunarto di Jakarta, Kamis (1/3)

Kredit tersebut diberikan kepada 1.700 petani yang tergabung dalam Kopsa Mitra Puyung Gana, Kopsa Mitra Bintang Moga, Kopsa Mitra Cipta Sejahtera dan Kopsa reantakam. Penyaluran ini akan digunakan untuk pembiayaan kebun kelapa sawit seluas 3.442 hektare (ha).

Adapun besaran bunga yang diberikan adalah plus lima persen di atas Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun bunga yang ditanggung petani sebesar 7%. Hitungannya adalah bunga yang dikenakan atas bank adalah LPS ditambah rate 5%. "Yang ditanggung petani 7%. Sisanya subsidi dari pemrintah. Waktunya badalah selama masa pembangunan yaitu 48 bulan," tandas Sunarto

VP Business Banking Bank Mandiri Riduan memaparkan adapun pemberian kredit tersebut rinciannya adalah Kopsa Mitra Puyung Gana sebanyak Rp56,81 miliar untuk kebun seluas 1.242 ha, Kopsa Mitra Bintang Moga sebesar Rp59,49 miliar untuk kebun seluas 1.062 ha, Kopsa Mitra Cipta Sejahtera sebesar Rp51,88 miliar untuk kebun seluas 936 ha, dan Kopsa Reantakam sebesar Rp21,08 miliar untuk kebun seluas 400 ha. "Jadi kredit tersebut rata-rata diberikan untuk setiap dua ha per petani. Di mana setiap petani mendapat fasilitas kredit sebesar Rp90 juta," kata Riduan.

Bank Mandiri, melalui unit business banking, secara agresif mengucurkan kredit kepada sektor ini, dengan rata-rata kenaikan portofolio kredit sebesar sekitar 30% setiap tahun dalam kurun waktu 2005-2011. Hingga akhir Desember 2011, portofolio kredit UKM Mandiri Business Banking mencapai lebih dari Rp30 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 40.000 pelaku UKM di Indonesia. Nilai itu mengalami peningkatan sebesar 33% dari portofolio akhir tahun 2010 senilai Rp 22,7 Triliun. **bari

Related posts