Kurangnya Pengetahuan Masyarakat Terhadap Kontrasepsi

Neraca. Percepatan penyebaran informasi tentang kontrasepsi di Indonesia saat ini penting untuk segera dilakukan mengingat angka kelahiran, angka kehamilan yang tidak diinginkan serta angka kematian ibu saat persalinan masih sangat tinggi. Direktur PT Bayer Indonesia, Allen Doumit pada acara peluncuran situs www.bicarakontrasepsi.com mengatakan, ”Kontrasepsi masih menjadi hal yang tabu untuk menjadi topik pembahasan di kalangan masyarakat Indonesia dan masih banyak orang yang malu untuk menanyakan masalah kontrasepsi”. Hal tersebut menyebabkan masih banyak orang memiliki pemahaman yang salah mengenai kontrasepsi dan mengalami kesulitan dalam memilih kontrasepsi yang tepat. Rendahnya pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai kontrasepsi memiliki peran dalam peningkatan angka kehamilan yang tidak diinginkan. “Hasil survei mengungkapkan bahwa sebesar 43% pasangan melakukan hubungan seksual pertama kali tanpa menggunakan kontrasepsi”. Sedangkan 24% responden dari Indonesia mengaku tidak menggunakan alat kontrasepsi pada saat berhubungan seksual karena permintaan pasangan. Pada kesempatan yang sama, wakil Asia Pacific Council of Contraception, Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG (K) mengemukakan, “Sebagian dari negara-negara di Asia Pasifik belum bisa menangani laju pertambahan angka kelahiran setiap tahunnya. Tingginya angka kelahiran tersebut dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan geografi”. Keadaan ekonomi seseorang mempengaruhi daya akses terhadap kontrasepsi. Semakin rendah ekonominya, semakin rendah pula pengetahuan dan kemampuannya untuk menggunakan alat kontrasepsi. Selain itu, letak geografis juga mempengaruhi keinginan untuk melakukan hubungan seksual sehingga dapat mempengaruhi laju tingkat kehamilan yang tidak diinginkan. “Peluncuran situs www.bicarakontrasepsi.com akan sangat membantu dalam memudahkan akses masyarakat untuk menggali informasi sebanyak-banyaknya mengenai kontrasepsi,” jelas Prof.Biran. Pada kesempatan yang sama, Dr.dr. Noyorono Wibowo, SpOG (K), Ketua POGI mendukung peluncuran situs www.bicarakontrasepsi.com. “Dengan adanya website ini masyarakat akan mendapatkan informasi tentang kontrasepsi yang valid dan akurat,” jelasnya. Berdasarkan data sensus 2010 laju pertambahan penduduk mengalami peningkatan dari 1.47% tahun 2000 menjadi 1.49% dengan jumlah penduduk mencapai 237.6 juta jiwa. Pertambahan penduduk setiap tahun berkisar 3-4 juta jiwa atau sekitar 10.000 bayi lahir setiap harinya. Hal ini tiga perempat berkaitan dengan data hasil riset dasar kesehatan tahun 2010 yang menemukan bahwa terdapat 8,4% perempuan usia 10-59 tahun melahirkan 5-6 anak, serta 3,4% melahirkan lebih dari tujuh anak. Tingginya angka persalinan dan kelahiran tersebut erat kaitannya dengan tingginya angka kematian ibu akibat terlalu banyak melahirkan lebih dari empat kali. Peran penggunaan alat kontrasepsi menjadi sangat penting untuk mengatur kehamilan yang secara tidak langsung dapat menekan angka risiko kematian ibu akibat persalinan. Setiap tahun ada 15.000 – 17.000 ibu meninggal akibat persalinan.

(Sahlan)

Related posts