Fasilitas GSP dari Amerika Dibutuhkan Indonesia Pacu Ekspor - Perdagangan Luar Negeri

NERACA

Jakarta – Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyampaikan bahwa fasilitas pembebasan bea masuk dari Amerika Serikat berupa generalized system of preferences (GSP) berpotensi meningkatkan ekspor produk Indonesia, termasuk perikanan.

"Kita yang pasti sekarang dari 3.457 Harmonized System (HS), termasuk perikanan di dalamnya, yang mendapat fasilitas GSP, harus tetap dapat fasilitas. Kita memang tidak berbicara sektor. Kalau itu dicabut, maka ya termasuk perikanan akan kena," kata Oke sebagaimana disalin dari laman Antara, pekan lalu.

Menurut Oke, yang terpenting saat ini adalah mempertahankan agar Indonesia tetap mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk, yang akan diumumkan kelanjutannya untuk Indonesia pada November oleh pihak Amerika Serikat.

Kendati demikian, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan ekspor produknya, termasuk perikanan, jika tetap mendapatkan GSP di tengah perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan China.

"Jadi kalau tarifnya tetap di bawah, maka kita bisa bertahan atau meningkatkan. Harapannya meningkat kan kalau yang lain dicabut GSP nya. Iya, makanya kan ada kesempatan kita. nah masalahnya kita masih dapat fasilitas DSP atau engga dari Amerika, nanti November diputuskan oleh mereka," papar Oke.

Sebelumnya, Wakil President M Jusuf Kalla mengampaikan perlu meningkatkan kerja sama antarnegara untuk menanggulangi dampak negatif perang dagang Amerika Serikat dan China yang terus berlanjut. Diharapkan dengan kerja sama untuk mengurangi dampak negatif perang dagang tersebut, maka dapat mendukung tidak saja ekonomi salah satu negara namun juga ekonomi dunia.

"Kita bisa bekerja bersama bagaimana mengurangi efek dari pertarungan dua negara besar yang membuat negara lain turut menderita karena situasi ini," kata Wapres dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc) PBB tentang pembiayaan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2030 di Markas Besar PBB, New York, sebagaimana disalin dari Antara di Jakarta, Rabu (26/9).

Dengan demikian, Wapres katakan, akan dapat menunjang kesejahteraan dan kemiskinan dapat dikurangi. Wapres dalam kesempatan tersebut juga menyatakan, Pemerintah Indonesia terus memastikan pembangunan berkelanjutan. Di antaranya dengan membangun infrastruktur di berbagai bidang, bekerja sama dengan kalangan swasta.

Hal ini karena kebutuhan pembangunan infrastruktur dalam lima tahun sebanyak 460 miliar dolar AS tidak mungkin dipenuhi seluruhnya melalui anggaran negara. "Kita membutuhkan kerja sama dengan kalangan swasta," katanya.

Selain itu, Pemerintah juga menjaga kondisi ekonomi yang lebih stabil. Saling percaya investor asing dengan investor dalam negeri turut menunjang stabilitas ekonomi. Ekonomi Kelautan Berkelanjutan Usai menjadi pembicara dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Dewan Ekonomi dan Sosial (Ecosoc) PBB tentang pembiayaan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2030, Wapres melanjutkan agenda berikutnya, menghadiri Panel Tingkat Tinggi Membangun Ekonomi Kelautan yang Berkelanjutan.

Panel tingkat tinggi tersebut dilaksanakan di Museum Of Art, New York. Tampak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menyampaikan potensi kelautan sekaligus tantangan terhadap keberlanjutan ekonomi kelautan serta kebijakan yang diambil Pemerintah Indonesia.

Wakil Presiden M Jusuf Kalla bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di New York, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat (Rabu dini hari WIB). Pertemuan yang berlangsung di Lotte New York Palace tersebut membicarakan tentang peningkatan hubungan kedua negara, kata Wakil Presiden di lobi hotel tempat ia menginap, seusai melaksankan pertemuan dengan Pence. "Itu kita bicarakan hubunga baik, karena tahun depan 70 tahun hubungan diplomatik dengan Amerika maka kita akan meningkatkan hubungan kita," ucap Wapres.

Di bidang perdagangan, misalnya, Indonesia memiliki kesempatan untuk meningkatkan perdagangan di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Hal ini karena Indonesia tidak memiliki masalah perdagangan dengan Amerika Serikat, katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersbeut, menurut Wapres juga dibahas mengenai perkembangan politik di kawasan, seperti Korea, Myanmar dan Afghanistan. Wapres mengatakan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar memiliki peran yang besar dan penting dalam masalah-masalah penyelesaian konflik. "Dan dia setuju itu bahwa Indonesia bersama-sama mempunyai peran itu," ujar Wapres.

Jusuf Kalla mengatakan pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam sesi debat umum Sidang Umum PBB lebih tenang dari biasanya. "Pidato Trump hari ini jauh lebih tenang dari biasanya kan, memberikan penjelasan langkah-langkah yang dia lakukan walaupun ada satu hal yang kita tidak setuju bagaimana dia menangani masalah ekonomi, tapi kelihatannya lebih komunikatif, lebih tenanglah ya. Itu bagus karena orang kan mengatakan kalau Amerika batuk dunia bisa flu kan, hari ini ia tenang," katanya.

BERITA TERKAIT

Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar…

IMF : Menguntungkan atau Merugikan Indonesia?

  Oleh: Jasmin Erika, Peneliti LSISI Saat ini, Indonesia tengah menjadi tuan rumah bagi penyelanggaran Annual Meetings of the International…

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Secara Volume, Indonesia Eksportir Ikan Hias Terbesar Dunia

NERACA Bogor - Rifky Efendi Hardijanto, Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan…

DPR Sebut Pasokan Kebutuhan Pokok Terjaga, Harga Stabil

NERACA Jakarta – Anggota DPR yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy mengatakan harga kebutuhan pokok selama beberapa…

Niaga Internasional - Sektor Perikanan Dapat Ambil Peluang Perang Dagang AS-China

NERACA Jakarta – Pengamat perikanan Abdul Halim mengharapkan Indonesia dapat mengambil peluang dari sektor perikanan menyusul terimbasnya sektor perikanan China…