Setoran BUMN Di APBN-P Hanya Rp28 T - Deviden

NERACA

Jakarta---Dalam APBN-P 2012 setoran dividen BUMN hanya sebesar Rp28 triliun sesuai dengan yang ditetapkan dalam RAPBN. "Tidak ada penambahan besaran dividen BUMN, atau tetap sebesar Rp28 triliun," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di Jakarta,29/2

Menurut Dahlan, usulan tidak menaikkan dividen sejalan dengan rencana pemerintah kenaikan harga BBM mulai April 2012. "BUMN membutuhkan dana untuk mengatasi dampak kenaikan BBM, selain juga untuk keperluan investasi dan pengembangan perusahaan," ujarnya.

Penundaan kenaikan setoran dividen terutama disampaikan oleh BUMN Perbankan, maupun BUMN yang mendapat tugas pemerintah dalam rangka Masterplan Percepatan dan Peluasan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Sesungguhnya Dahlan menambahkan, kinerja keuangan BUMN terutama di sektor perbankan pada tahun buku 2011 mengalami peningkatan, sehingga ada potensi untuk menambah dividen.

Namun dengan penundaan penambahan setoran dividen tersebut maka BUMN memiliki ruang untuk melakukan ekspansi bisnis termasuk untuk menyelesaikan program-program pemerintah. "BUMN perbankan juga bisa memanfaatkan dananya untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat," paparnya

Setiap penambahan penyaluran kredit sebesar Rp1 triliun, maka dapat meningkatkan leverage hingga Rp20 triliun di masyarakat. "Selain itu, BUMN juga dapat dengan mudah menyelesaikan pembangunan infrastruktur dengan pembiayaan perbankan," ujarnya.

Contoh konkrit diutarakan mantan Direktur Utama PLN ini, penyelesaian penyelesaian pengembangan Terminal 3 Bandara Cengkareng, termasuk rencana pembangunan pelabuhan petikemas Kali Baru.

Dahlan memastikan usulan tidak menaikkan dividen sudah disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Yang penting dividen Rp28 trilliun itu siap dipenuhi, tinggal bagaimana memanfaatkan dana lebih di BUMN untuk keperluan pengembangan ekonomi nasional," tegasnya.

Sebelumnya, dari 141 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ternyata hanya sekira 50% saja atau 60-70 BUMN yang mampu memberikan deviden untuk disetorkan kepada negara sepanjang tahun 2011.

Wakil Menteri BUMN Muhammad Yasin menuturkan masih sedikitnya BUMN yang menyetorkan deviden dikarenakan masih banyaknya BUMN yang masih merugi. "Untuk deviden yang bisa dipungut laba itu hanya sekira 60 BUMN hingga 70 BUMN karena masih ada BUMN yang masih merugi jadi belum bisa dipungut labanya," ungkapnya kala ditemui beberapa waktu lalu.

Walau begitu, dia menjelaskan jumlah BUMN yang merugi saat ini hanya tinggal 10 perusahaan BUMN saja dari 40 perusahaan BUMN yang merupakan akumulasi dari beberapa tahun lalu. "Target kita memang sekarang ini adalah mengurangi BUMN yang merugi, ya salah satunya dengan adanya holdingisasi atau akuisisi para BUMN dhuafa. Awalnya, kan ada 40 BUMN yang merugi sekarang tinggal 10. Tapi saya kurang hapal nama-namaya," paparnya. **cahyo

Related posts