Siswa Miskin Bisa Naik 7 Juta Orang

NERACA

Jakarta - Pemerintah menghitung akan ada penambahan sekitar 7 juta siswa miskin akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya akan dilakuakn pemerintah tahun ini. "Jadi ini usulan yang sedang kita siapkan, ada usulan perubahan penerima dari jumlah penerima 5,9 juta anak penerima bantuan siswa miskin namanya bantuan siswa miskin. Kita naikkan menjadi 12,5 juta siswa, itu dari sisi penerima," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh di Jakarta, Rabu (29/2)

Menurut Nuh, pemerintah mengusulkan kenaikan bantuan untuk setiap anak. Untuk siswa miskin SD dari Rp 360 ribu menjadi Rp 450 ribu, SMP dari Rp 550 ribu menjadi Rp750 ribu, dan SMA dari Rp 780 ribu naik menjadi Rp 1 juta per tahun per anak. "Sekali lagi ini usulan, tapi yang pasti harus ada kenaikan dari jumlah dan sisi unit cost-nya," jelasnya.

Untuk itu, Nuh menyampaikan permohonan anggaran untuk penambahan jumlah dan biaya untuk siswa miskin tersebut sebesar Rp 2,4 triliun. "Tambahannya Rp 2,4 triliun untuk subsidi, tambahannya, yang sekarang Rp 3,2 triliun. Berarti total Rp 5,6 triliun totalnya tahun ini (untuk siswa miskin)," imbuhnya

Sebelumnya, Menurut Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf besaran BLT yang diberikan Rp 100.000 per bulan untuk orang miskin masih belum cukup. "Tidak cukup uang 100 ribu untuk orang miskin serentak," ujarnya

Salim menambahkan nantinya dana BLT ini akan diambil dari program penghematan dibeberapa sektor lintas kementerian dan lembaga. "Dengan kenaikan BBM, subsidi berkurang. Saya berpikir logis karena subsidi BBM cukup besar dan orang miskin mengalami kesulitan karen harga naik," katanya.

Pemerintah juga belum memastikan berapa keluarga yang akan berhak mendapatkan BLT ini. Namun saat ini tercatat kurang lebih ada 17,5 juta keluarga miskin yang selama ini memang menerima raskin (beras miskin). Namun dari jumlah itu masih ada keluarga miskin yang sangat miskin. **cahyo

Related posts