Beban Pajak Naik, Laba Batavia Prosperindo Anjlok 10,42%

PT Batavia Prosperindo Finance Tbk mencatatkan penurunan laba bersih 2011 sebesar Rp23,28 miliar. Laba turun 10,42% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp25,95 miliar.

Hal tersebut disampaikan perseroan dalam laporan kinerjanya di Jakarta, Rabu (29/2). Disebutkan, penurunan tersebut disebabkan naiknya beban pajak penghasilan perseroan dari Rp6,51 miliar pada 2010 menjadi Rp7,36 miliar pada 2011.

Perseroan sendiri berhasil membukukan pendapatan 2011 mencapai Rp128 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp90,24 miliar. Namun, karena tingginya jumlah beban perseroan selama 2011 yang tercatat mencapai Rp97 miliar atau meningkat 68,24% dibandingkan beban tahun sebelumnya sebesar Rp57,76 miliar, maka laba usaha perseroan tercatat turun.

Adapun tingginya beban perseroan pada 2011 disebabkan adanya kenaikan gaji dan tunjangan, mencapai Rp29,41 Miliar, beban Umum administrasi Rp20,52 miliar, Beban pemasaran Rp17,29 miliar, beban keuangan Rp22,85 miliar dan kerugian penurunan nilai Rp7 miliar.

Sebelumnya, laba bersih perseroan juga turun 16,01% menjadi Rp16,88 miliar pada awal tahun hingga akhir September, dari periode sebelumnya tahun lalu Rp20,1 miliar. Penurunan disebabkan pendapatan yang turun tipis dan beban pajak yang membengkak.

Pendapatan perusahaan turun tipis 2,79% menjadi Rp77,52 miliar pada 9 bulan pertama tahun ini dari sebelumnya Rp79,75 miliar. Peningkatan pendapatan dibukukan segmen pembiayaan konsumen sebesar 17,53% menjadi Rp62,14 miliar dan sewa pembiayaan (leasing) sebesar 16,34% menjadi Rp728,85 juta.

Penurunan terutama disebabkan penurunan pada pendapatan administrasi sebesar 45,04% menjadi Rp13,96 miliar dari sebelumnya Rp25,41 miliar. Pendapatan lain-lain perusahaan juga anjlok 18,08% menjadi Rp688,91 juta dari sebelumnya Rp841,03 juta.

Di sisi lain, beban pajak perseroan turut meroket 23,66% menjadi Rp6,41 miliar dari sebelumnya Rp5,18 miliar. Sementara dari sisi aset, perusahaan mengalami peningkatan 22,14% menjadi Rp350,18 miliar pada akhir September, dibandingkan dengan akhir tahun lalu sebesar 286,68 miliar. (bani)

Related posts