Iptek Mampu Atasi Masalah Pembangunan Berkelanjutan

Menciptakan pembangunan yang berkelanjutan memerlukan upaya dan kerja keras guna membangun sumber daya manusia yang berdaya saing, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) besama JSPS ikut membantu pemerintah mengidentifikasi masalah yang menghambat pembangunan lewat pendekatan ilmu pengetahuan.

"Kemiskinan, keterbatasan akses pangan, dan kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor yang menghambat keberlanjutan pembangunan suatu negara," kata Wakil Kepala LIPI Prof Bambang Subiyakto dalam Simposium Internasional kedua Japan Society of the Promotion of Science (JSPS) Alumni Assosiation of Indonesia (JAAI) di Bogor, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan merupakan pembangun yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini, dan memproyeksikan kebutuhan masyarakat di masa yang akan datang. Agar pembangunan berkelanjutan di Indonesia bisa tercapai, lanjutnya, harus mampu menyelaraskan tiga elemen inti yakni pertumbuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Karena menurutnya, unsur-unsur seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah unsur yang saling berhubungan, dan sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat.

"LIPI melalui JAAI berupaya bekerja sama untuk mengkaji tiga unsur penting tersebut dengan harapan dapat meningkatkan daya saing kita," kata Bambang. Peran sains untuk membantu pemerintah mengidentifikasi masalah yang menghambat pembangunan dan membantu mencarikan solusi dengan pendekatan Iptek diperlukan. Untuk itu simposium internasional kedua JSPS Alumni Assosiation of Indonesia ini digelar guna menggali lebih lanjut permasalahan yang menghambat pembangunan berkelanjutan.

Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Prof Subyakto mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh negara berkembang, yakni tingginya jumlah penduduk miskin, meningkatnya jumlah masyarakat berpendidikan rendah, memburuknya kondisi lingkungan, konversi lahan pertanian, berkurangnya kekayaan keanekaragaman hayati, infrastruktur yang tidak memadai, krisis air dan krisis energi. "Indonesia sebagai negara berkembang dihadapkan dengan masalah multidimensi," katanya.

Masalah utama yang dihadapi bangsa Indonesia, lanjutnya, yakni masalah makanan, air, energi, dan keamanan lingkungan. Selain itu, terkait permasalahan perubahan iklim, lanjutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan diperkirakan akan mengalami dampak yang lebih besar. Subyakto yang juga Ketua JAAI menambahkan, LIPI dan JAAI berupaya membantu pemerintah mengidentifikasi permasalahan tersebut, dan mencarikan solusi melalui pendekatan Iptek. "Melalui simposium ini, kami berupaya merumuskan dan menemukan solusi atas permasalahan yang terkait lingkungan," katanya.

Simposium ini adalah upaya meningkatkan peran sains dan Iptek melalui promosi yang berkelanjutan. Simposium mengundang peneliti ahli, pengusaha berpengalaman, dan akademisi yang merupakan alumni JSPS untuk berkolaborasi melalui temuan Iptek dan sains saat ini untuk mengatasi permasalahan multidimensi tersebut.

BERITA TERKAIT

BPOM: Pemerintah Indonesia Berkomitmen Pembangunan Kesehatan Palestina

BPOM: Pemerintah Indonesia Berkomitmen Pembangunan Kesehatan Palestina NERACA Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan…

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor - Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan NERACA Denpasar - Tiga…

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen

Pembangunan Tol Serang-Panimbang Capai 5,74 Persen NERACA Serang - Pembangunan fisik jalan tol Serang-Panimbang sampai saat ini mencapai 5,74 persen…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Film "Prasangka" Juarai Lomba Film Pendek Koperasi

Tiga film pendek terbaik berhasil memenangkan Lomba Film Pendek Koperasi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM Oktober 2018.  Ketiga film…

Pegawai Kemenkop dan UKM Lakukan Aksi Galang Dana Untuk Korban Bencana

Pegawai Kementerian Koperasi dan UKM melakukan aksi penggalangan dana bagi korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.…

Presiden Setujui Pendirian Universitas Persis

      Presiden Joko Widodo menyetujui pendirian Universitas Persis sebagai bagian dari upaya pembangunan sumber daya manusia (SDM) agar…