Pemerintah Promosikan 10 Bali Baru ke Selandia Baru

Lewat ajang sales mission, Kementerian Pariwisata berupaya menggaet wisatawan asal Selandia Baru untuk berwisata ke destinasi 10 Bali baru. Diungkap oleh Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani, Sales Mission merupakan momentum yang tepat untuk memperkenalkan 10 Bali Baru.

"Kita akan maksimalkan kesempatan ini. Kita akan memberitahu masyarakat Selandia Baru jika Indonesia bukan hanya Bali. Kita akan memperkenalkan 10 Bali Baru. Dan semuanya unik. Pengalaman yang tidak akan terlupakan bisa kita dapat dari sana," papar Ni Wayan Giri dalam keterangan tertulis, dikutip dari CNN Indonesia.com.

Sales Mission akan diselenggarakan di Hotel Crowne Plaza Auckland, Selandia Baru. Ajang yang diselenggarakan berkat kera sama dengan Emirates ini, menghadirkan sebanyak 7 sellers dari Bali dan Lombok. Mereka akan berinteraksi dengan 40 buyers.

Menurut Ni Wayan Giri, bukan tanpa alasan 10 Bali Baru ini dibawa ke Selandia Baru. 10 Destinasi prioritas ini menawarkan atraksi yang menarik. Ia mencontohkan Danau Toba. Danau ini berada di posisi nomor 1 sebagai Danau Vulkanik Terbesar di Dunia. Dengan pesonanya, siapa pun bisa dibuat terpesona dengan Danau Toba. Apalagi pemandangan yang ditawarkan sangat luar biasa.

Selain itu, ada Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Destinasi ini memiliki Pulau Komodo. Rumah bagi kadal raksasa yang masuk dalam kategori hewan purba. Indonesia juga masih memiliki Borobudur di Jawa Tengah. Inilah adalah Candi Buddha terbesar di dunia. Selain itu menarik dari segi atraksi destinasi tersebut juga mudah dijangkau.

"Destinasi-destinasi ini mudah diakses dari Bali atau Jakarta. Hampir semuanya terkoneksi dengan penerbangan langsung dari Jakarta atau Bali. Dan ini akan memudahkan wisatawan yang ingin berkunjung," ungkap Ni Wayan Giri.

Sementara itu Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik sales mission di Selandia Baru. Menurutnya, bukan hanya potensi pasar wisatawan yang harus dibidik tetapi juga daya saing. "Tegasnya kita harus mengetahui sektor apa yang membuat confidence, menjamin credibility kita di mata dunia, dan sektor apa yang kita masih bisa di-calibrate menurut standar penilaian dunia. Tanpa bermaksud mengesampingkan sektor lain, jawabannya pasti industri kreatif, budaya, dan sektor pariwisata," paparnya.

Ia sendiri yakin bahwa pariwisata Indonesia akan bisa bersaing secara global. Terlebih saat ini pariwisata dijadikan sebagai core economy dan prioritas pembangunan pemerintah."Kita yakin, di sektor pariwisata kita bisa berkompetisi dan memenangkan persaingan. Karena itu, pilihan Presiden Jokowi yang menetapkan pariwisata sebagai core economy dan prioritas pembangunan kita juga sudah tepat," jelasnya.

Selain itu pariwisata RI juga telah dikenal luas melalui slogan 'Wonderful Indonesia'."Orang semakin tahu bahwa Wonderful Indonesia memang hebat dan punya nilai di mata dunia. Perlu dicatat bahwa yang menyatakan kalau Indonesia hebat itu bukan kita sendiri, tetapi lembaga dunia yang juga kredibel," jelasnya.

Diungkap oleh Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional IV Kemenpar Adella Raung, pertumbuhan pariwisata Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan. Ia mengutip rilis Telegraph yang menyatakan, Indonesia masuk dalam 20 negara dengan pertumbuhan pariwisata yang cepat. Di awal semester 2018, pertumbuhan kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 15,2%. Angka ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan dunia, sekitar 6,5%. "Pertumbuhan pariwisata Indonesia sangat positif. Inilah yang membuat kita optimis bisa memenuhi target 17 juta kunjungan wisman tahun 2018 ini," tutur Adella.

Wisatawan asal Selandia Baru masuk dalam target pengembangan Wonderful Indonesia karena jumlah kunjungan wisatawannya terus tumbuh. Tahun 2017 lalu kunjungan wisman asal Selandia Baru mencapai 106,941 orang, atau naik 2% jika dibandingkan tahun 2016 dengan total kunjungan 105,393 wisatawan. Sementara data kunjungan NZ (Selandia Baru) dan Oceania dari dashboard hingga Juli 2018 NZ telah mencapai 67.247 Wisman.

Enam Bulan pertama di tahun 2018, kunjungan wisman asal Selandia Baru terkoreksi positif. Sejak Januari hingga Juni 2018 kunjungan wisman Selandia Baru mencapai 50.400. Jumlah ini meningkat 10,1% jika dibandingkan periode yang sama 2017.

Program 10 Bali Baru yang diperkenalkan Kemenpar yaitu Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Bangka, Mandalika NTB, Wakatobi Sulawesi Tenggara, Morotai Maluku Utara, dan Labuan Bajo NTT. Serta empat destinasi di Pulau Jawa yaitu Kepulauan Seribu Jakarta, Tanjung Lesung Banten, Borobudur Jawa Tengah, serta Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur.

BERITA TERKAIT

KERAJINAN KERAMIK BALI

Pekerja menyelesaikan pesanan kerajianan keramik di sentra industri keramik rumahan di kawasan Desa Pejaten, Tabanan, Bali, Senin (10/12/2018). Kerajinan keramik…

Pemerintah Perlu Atasi Alih Fungsi Capai Swasembada

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai pemerintah perlu benar-benar mengatasi alih fungsi lahan guna…

Isu TKA Bertujuan Jatuhkan Kredibilitas Pemerintah

    Oleh: Anisa Medina, Pemerhati Ekonomi, Sosial dan Politik   Pada 2016, China telah duduk di posisi ke-3 sebagai…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Strategi Pariwisata Era Digital Menpar

Menpar Arief Yahya berbicara soal Paradox Marketing Strategy for Government Public Relations (GPR) Menuju Era Komunikasi 4.0 dalam acara Sinergi…

Barelang Marathon di Meriahkan Ratusan Pelari Internasional

Program sport tourism Barelang Marathon 2018 mendapat respons positif dari 253 pelari dari lima benua yang berkumpul di Batam.  Nomor…

Pelabuhan Gili Mas akan Membawa Dampak Bagi Wisata Lombok

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid yakin Terminal Gili Mas yang sedang dibangun oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan menjadi…