Bhinneka Life Sebut Pentingnya Tumbuhkan Kesadaran Asuransi Petani

NERACA

Jakarta - Perusahaan asuransi Bhinneka Life menyebut pentingnya perlindungan terhadap sektor pertanian salah satunya dengan menumbuhkan kesadaran para petani untuk berasuransi. Direktur Utama Bhinneka Life Wiroyo Karsono mengatakan, selain melindungi diri dan keluarga, asuransi dapat menjamin lahan yang dikelola petani tetap produktif dan menghasilkan keuntungan. "Saat ini belum banyak petani yang memiliki asuransi, khususnya asuransi jiwa. Padahal dengan asuransi, para petani dapat menjamin lahan pertanian mereka tetap produktif agar kebutuhan sehari-hari terpenuhi," ujar Wiroyo dalam keterangan resminya, kemarin.

Wiroyo menjelaskan, bagi para petani yang bekerja di sektor perkebunan, misalnya ketika usia tanaman perkebunan akan memasuki senja, produktivitas dari lahan tersebut akan menurun. Kondisi tersebut membuat petani harus melakukan peremajaan lahan untuk mengembalikan tingkat produktivitas hasil. Namun, proses peremajaan ini memerlukan biaya besar, sehingga petani harus menyediakan dana yang besar pula.

Dengan asuransi yang memiliki manfaat investasi, para petani bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, petani dan keluarganya bisa mendapatkan perlindungan apabila terjadi risiko di masa depan dan tidak akan mengganggu keuangan untuk kebutuhan sehari-hari. Kedua, produk asuransi yang memiliki komponen investasi berupa "unit link" akan memberikan manfaat uang tunai di akhir periode yang bisa dimanfaatkan untuk meremajakan lahan pertanian mereka.

Kepastian ketersediaan uang tunai pada periode tertentu akan melindungi petani dan lahan pertaniannya agar tetap produktif. Petani pun tak perlu kelimpungan untuk mencari sumber dana baru. Bhinneka Life sendiri telah bekerjasama dengan BUMDes untuk memberikan pelatihan dan edukasi literasi keuangan bagi para petani di berbagai daerah di Indonesia, termasuk edukasi mengenai pentingnya asuransi.

Wiroyo mengatakan, kerjasama tersebut merupakan bentuk dukungan pihaknya terhadap upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani melalui perencanaan keuangan menuju masyarakat yang teliterasi dengan baik (well literated). Upaya pemerintah untuk memberikan asuransi bagi petani juga terlihat dari diluncurkannya program asuransi pertanian yang tertuang pada Peraturan Menteri Pertanian No.40/ Permentan/ SR.230/7/201 yang menjadi dasar untuk melaksanakan asuransi pertanian.

Asuransi ini diluncurkan guna melindungi petani dari aksi para tengkulak yang memberikan pinjaman kepada petani, namun membeli hasil pertanian dengan harga rendah. Sebagai negara agraris, sektor pertanian di Indonesia memegang peranan vital untuk ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), bila dilihat dari sisi produksi, sektor pertanian merupakan sektor kedua setelah sektor industri yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

BERITA TERKAIT

Allianz Life Dukung Pengembangan Keuangan Syariah

      NERACA   Jakarta - Allianz Indonesia mendukung acara “Islamic Finance in Indonesia” yang diselenggarakan oleh The Asset…

Petani Depok Butuh Peralatan Pertanian

Petani Depok Butuh Peralatan Pertanian NERACA Depok - Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Depok, Rudi Murodi menyatakan para…

Bhinneka Life Edukasi Guru Ekonomi Pahami Literasi Pengelolaan Keuangan

Bhinneka Life Edukasi Guru Ekonomi Pahami Literasi Pengelolaan Keuangan NERACA Semarang, Jateng - Direktur SDM dan Umum Bhinneka Life, Rully…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BJB Diminta Atasi Rentenir

      NERACA   Bandung - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil meminta Bank BJB ikut melindungi masyarakat agar…

Mandiri Syariah Tawarkan Solusi Hedging Syariah

  NERACA   Surabaya - Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) menyediakan solusi mitigasi risiko fluktuasi mata uang melalui produk hedging…

Adira Insurance Hadirkan Asuransi Perjalanan

      NERACA   Jakarta – PT Adira Insurance menyiapkan produk asuransi perjalanan yaitu Travellin. Digital Business Division Head…