IPW: Polri Harus Usut Tuntas Perembesan Gula Rafinasi

IPW: Polri Harus Usut Tuntas Perembesan Gula Rafinasi

NERACA

Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai kepolisian harus menindaklanjuti pelaporan petani tebu yang mengadukan perembesan gula kristal rafinasi (GKR) yang berasal dari tiga perusahaan.

"Sudah menjadi tugas polri untuk menindaklanjuti semua laporan masyarakat, apalagi jika laporan itu menyangkut hal yang merugikan masyarakat petani, kepolisian harus menyikapinya secara serius dan transparan," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, dikutip dari Antara, kemarin.

Ketiga perusahaan itu PT Duta Sugar Internasional, PT Berkah Manis Makmur, dan PT Jawa Manis Rafinasi serta tujuh penjual gula, telah dilaporkan ke Bareskrim oleh Andalan Petani Tebu Indonesia (Aptri).

Dikatakan, secara prosedural sudah menjadi kewajiban Bareskrim melaporkan perkembangan perkara yang menyangkut ketiga perusahaan tersebut, agar ada kepastian hukum menyangkut laporan dan pengaduan masyarakat kepada polri. Apalagi dalam kasus gula, Kabareskrim punya rekam jejak dan kepedulian tersendiri yang harusnya menjadi catatan baginya untuk dapat menyelesaikan semua kasus yang menyangkut gula.

"Sebab saat diangkat menjadi Kapolda Kalbar beberapa waktu lalu, tugas utama Arief adalah memberantas mafia gula yang merusak gula rakyat di Indonesia. Kalbar saat itu menjadi pintu masuk gula selundupan dan menjadi sarang mafia gula yang sulit dipatahkan. Dan saat menjadi Kapolda Kalbar, Arief berhasil memberangus mafia gula," tutur dia.

Pengalaman dari Kalbar tentunya Kabareskrim paham dengan segala manuver mafia gula di negeri ini. Sehingga saat menjadi Kabareskrim tidak ada alasan bagi Arief tidak mampu untuk menuntaskan kasus gula rafinasi ini."Hanya yang menjadi tanda tanya kenapa kasus gula rafinasi yang menyangkut tiga perusahaan tersebut tidak kunjung diproses," ucap dia.

Sekretaris Jenderal Aptri Nur Khabsyin, menyebutkan peredaran gula rafinasi itu telah melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 117 tahun 2015 dan Pasal 9 ayat 2."Yaitu gula rafinasi hanya diperdagangkan atau didistribusikan kepada industri dan dilarang untuk diperdagankan ke pasar dalam negeri," ujar dia.

Pihaknya sangat berharap agar pelaku tindak pidana tersebut dapat diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku dikarenakan sangat merugikan pihak petani. Perdagangan gula rafinasi menyebabkan kekacauan distribusi nasional secara bertahun-tahun sampai dengan saat ini. Lokasi penjualan gula yang hanya diperbolehkan untuk industri itu berada di Pontianak, Kalimantan Barat, Banjarmasin, Kalimantan Timur, Tengerang, Banten serta Bogor dan Cianjur, Jawa Barat.

Ia mengaku laporan ke polisi atas nama Aptri itu, merupakan yang ketigakalinya."Laporan sebelumnya bahkan sampai ke persidangan," tegas dia. Ant

BERITA TERKAIT

Polri Berkontribusi Stabilkan Harga Pangan

Polri Berkontribusi Stabilkan Harga Pangan NERACA Jakarta - Kinerja Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dibentuk Polri dinilai berkontribusi menstabilkan harga…

Wacana Kenaikan HPP Gula Bisa Dorong Biaya Produksi UMKM

NERACA Jakarta – Wacana untuk menaikkan HPP gula akan membawa dampak bagi industri, salah satunya berpotensi menambah biaya produksi UMKM.…

Kebijakan Harus Fokus Pada Capaian Ketahanan Pangan

  NERACA Jakarta – Berbagai program terkait kebijakan pangan sudah disampaikan oleh dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden,…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun

Warga Batangtoru: Percayakan Keselamatan Orangutan Kepada Kami, Mereka Keluarga Kami Ratusan Tahun NERACA Medan – Masyarakat di sekitar lokasi pembangunan…

KPK Janji Limpahkan Kasus Garuda Indonesia ke Penuntutan

KPK Janji Limpahkan Kasus Garuda Indonesia ke Penuntutan NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata berjanji…

Ombudsman: TNI Masuk Jabatan Sipil Berpotensi Maladministrasi

Ombudsman: TNI Masuk Jabatan Sipil Berpotensi Maladministrasi NERACA Jakarta - Anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu menilai salah satu arah baru…