500 Koperasi Mati Suri - Di Sumsel

LOE TARUH PALING BAWAH...

NERACA

Palembang--- Sekitar 5.000 koperasi yang mempunyai izin operasional di Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata sebanyak 500 tidak aktif, alias mati suri. Pemerintah Provinsi Sumsel menargetkan 500 koperasi tersebut akan diberdayakan agar bisa aktif pada tahun ini. "Tahun ini kami pemerintah provinsi melalui dinas koperasi dan UKM Sumsel akan menekan jumlah koperasi yang tidak aktif di bawah 10 persen dari jumlah yang terdaftar di Sumsel," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel Abdul Shobur, Rabu (29/2)

Menurut Shobur, sebagai komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk memberdayakan koperasi agar tidak mati suri, pihak terus melakukan bimbingan dengan mengajak para pelaku usaha. "Usaha mikro sekarang sudah mulai membaik, untuk itu perlu dilakukan bimbingan atau dampingan bisnis, pemberdayaan koperasi usaha mikro agar tidak ada lagi yang mati suri,” ujarnya

Dituturkanya peran serta dan peningkatan kerja sama antara lembaga pendamping bisnis, yang perdayaan melalui dunia usaha, diharapkan mampu berperan aktif dalam kehidupan perekonomian berbasis kerakyatan di Sumsel. "Koperasi harus mampu merangkul dan membina anggotanya, terutama yang bergerak di sektor usaha kecil, sehingga dengan demikian keberlangsungan operasional koperasi terus berjalan," tuturnya.

Ditambahkannya, ke depan di Sumsel tidak ada lagi koperasi yang hanya menempelkan papan nama. Karena tugas koperasi ke depan harus bisa menggerakan anggotanya sehingga tidak kekurangan modal. "Jangan ada lagi koperasi yang bermodalkan papan nama, tujuan utama koperasi itu untuk mensejahterakan anggotanya dan mampu memberdayakan UKM," lanjutnya.

Selain itu, menurut Shobur walaupun masih banyak koperasi yang tidak aktif di Sumsel, tetapi kalau di prosentasikan secara nasional masih cukup baik. Apalagi nantinya Sumsel akan menggerakan program gerakan masyarakat sadar koperasi. **cahyo

Related posts