UOB Indonesia Turunkan Kredit Rp10 Triliun

NERACA

Jakarta--- PT Bank UOB Indonesia menurunkan penyaluran kredit pada 2012. Sehinga hanya mencapai sebesar Rp10 triliun disbanding realisasi penyaluran kredit 2011 sekitar Rp12,3 triliun atau secara total mencapai sekira Rp39,4 triliun. "Rp10 triliun ini juga bisa diturunkan kalau kondisi memburuk," kata Presiden Direktur UOB Indonesia Armand B Arief di Jakata,29/2

Menurut Arman, pada 2012 ini target penyaluran kredit sebesar Rp10 triliun memang lebih kecil dibandingkan realisasi 2011 sebesar Rp12,3 triliun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang timbul akibat keadaan perekonomian global yang belum stabil. “2012 lebih kecil dari 2011 karena kita melihat kondisi ekonomi dunia, jadi harus hati-hati dan memang sengaja tidak dipatok tinggi,” tambahnya

Lebih jauh kata Armand, perseroan sebenarnya bisa mematok pertumbuhan kredit yang lebih tinggi lagi. Tapi mengingat visi perseroan untuk menjadi privilage banking, maka perseroan harus memperhatikan kualitas pertumbuhan dan layanan perbankan kepada nasabahnya. "Kalau bank ini mau tambah pinjaman Rp30 triliun bisa, tapi mindset-nya tidak benar. Kita punya visi premier banking dan itu tidak akan tercapai kalau dalam perjalanan banyak negative image," paparnya

Untuk itu, strategi yang akan dilakukan bank yang baru berganti nama dari PT Bank UOB Buana adalah dengan melakukan transformasi dengan meningkatkan layanan, sistem teknologi informasi, peningkatan kualitas cabang, termasuk SDM.

Armand juga menargetkan perseroan dapat menjadi bank beraset di atas Rp100 miliar di 2015. Di mana hingga 2012 diperkirakan asetnya akan mencapai sekira Rp56 triliun. "Total aset kita empat tahun lalu masih sekira Rp14 triliun dan akan menjadi Rp56 triliun di 2012 dan akan masuk ke bank beraset Rp100 triliun di 2015," ungkapnya. **cahyo

Related posts