Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA

Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat,Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam kami sangat mendukung untuk dikembangkan. Sebagai contoh disektor perikanan potensinya sangat besar. Hanya saja karena fasilitas pendukungnya seperti gudang penyimpanan (cooldstorage) tidak ada, disamping itu kapal yang digunakan juga masih kapal-kapal kecil, makanya potensi itu tidak bisa maksimal. Padahal kami berdekatan dengan laut Arafuru yang ikannya berlimpah.

Sementara itu, lanjut Elissa, untuk sektor pertanian, 80 persen tanah dikami adalah rawa. Akan sangat sulit untuk bisa bercocok tanam, jika infrastruktur pendukungnya tidak memadai.

“Kebiasaan masyarakat kami hidup ketergantungan dengan alam, apa yang didapat dihabiskan atau dikonsumsi saat itu. Tapi kami menyadari tidak selamanya kita bergantung dengan alam terus, karena lama-lama akan habis. Maka dari itu, kami minta dukungan lebih dari pusat untuk bisa mengembangkan sektor perikanan dan pertanian kami. Agar potensi alam yang kami miliki bisa menghasilkan yang lebih untuk kesejahteraan masyarakat Asmat,” ujar Elissa Kambuh, saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Sabtu (22/9).

Selain sektor perikanan dan pertanian, yang ingin kami kembangkan lagi adalah sektor pariwisata. Maka dari itu ini kami sedang kejar pembangunan infrastruktur agar pariwisata di Asmat bisa lebih berkembang. “Salah satu kendala di Asmat pintu masuk ke sana sulit. Makanya kami sedang mengejar pengerajaan infrastruktur bandara agar bisa dimasuki pesawat yang lebih besar, sebagai gerbang masuk ke Asmat. Harapannya tahun depan selesai,” tambahnya.

Menurutnya, pemekaran kabupaten merauke tertuang pada UU 26/ 2002. posisi asmat terletak antara Merauke dan Timika ada Yaukimo, Dugang, Mabi. Luasanya 31ribu km2 hanya dihuni 120rb. Terdapat 23 distrik dan 224 kampung dan 80% rawa. “Kabupaten Asmat berada mempunyai keindahan budaya dan alam yang tak tertandingi di tanah Papua maupun Indonesia, atau bahkan belahan dunia lain,” tegasnya.

Asmat sendiri, menurut Elissa lagi mempunyai pesta budaya Asmat yang merupakan agenda tahunan minggu ke dua oktober, yang sudah ada sejak 1981 sampai dengan sekarang atau sekitar 33 tahun. Tapi ada 3-4 kali tidak bisa dilaksanakan karena bertepatan dengan pemilu. “Pesta budaya Asmat banyak pengundung wisatwan, harapannya pada pesta tahun ini ada Menteri atau bahkan Presiden bisa hadir,” tuturnya.

BERITA TERKAIT

Lebih Efisiensi dan Menguntungkan, Sistem Bioflok Jadi Solusi Budidaya Ikan Masa Depan

NERACA Sukabumi –  Sistem budidaya ikan bioflok dianggap menjadi solusi budidaya untuk masa depan. Karena dengan bioflok lebih efisien untuk…

NKE Didakwa Dapat Keuntungan Lebih Rp200 Miliar

NKE Didakwa Dapat Keuntungan Lebih Rp200 Miliar NERACA Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) yang telah berubah nama menjadi…

Penjualan APLN Baru Capai 40% Dari Target - Bisnis Properti Lesu

NERACA Jakarta –Di kuartal tiga 2018, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berhasil membukukan nilai pemasaran atau marketing sales sebesar…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Lebih Efisiensi dan Menguntungkan, Sistem Bioflok Jadi Solusi Budidaya Ikan Masa Depan

NERACA Sukabumi –  Sistem budidaya ikan bioflok dianggap menjadi solusi budidaya untuk masa depan. Karena dengan bioflok lebih efisien untuk…

Sejumlah Negara Afrika Tertarik Pesawat Buatan Indonesia

NERACA Jakarta – Sejumlah negara Afrika; Madagascar, Kongo dan Sudan tertarik dengan dua jenis pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PT…

IMF-WBG AM 2018 Pacu Kemitraan Sektor Industri

NERACA Jakarta – Pertemuan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau The Annual Meetings of International Monetary Fund & World…