Aksi Beli Berlanjut, IHSG Pertahankan Penguatan Kemarin

Neraca

Jakarta – Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu sore berjalan cukup mulus. Pasalnya sejak diawal perdagangan hingga penutupan pasar, IHSG terus bertahan di zona hijau. Hal ini dipengaruhi sentimen positif dari aksi beli terhadap saham-saham lapis dua.

IHSG Rabu ditutup menguat melesat 81,653 poin (2,09%) ke level 3.985,210. Sementara Indeks LQ 45 melompat 18,456 poin (2,73%) ke level 692,771. Sektor konsumer melompat paling tinggi dengan penguatan lebih dari dua persen, dibuntuti oleh sektor finansial dan industri dasar. Saham-saham unggulan yang sudah murah kembali diburu.

Menurut pengamat pasar saham Harvest International Futures Tony Mariano, penguatan saham-saham di bursa regional memberi dampak positif mendorong pelaku pasar saham lokal mengambil posisi beli sehingga IHSG menguat, “Indeks BEI juga masih punya tren penguatan,”katanya di Jakarta, Rabu (28/2).

Dia menambahkan, naiknya bursa saham regional termasuk indeks BEI mengantisipasi menguatnya pasar saham Eropa yang diproyeksikan positif. Antisipasi itu, lanjut dia, adanya pinjaman dengan bunga rendah bagi industri perbankan di Eropa yang terserap sebesar 500 miliar euro, hal itu mencerminkan perbaikan ekonomi.

Sementara Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang menambahkan, naiknya IHSG juga dipicu dari investor asing yang masuk ke pasar saham lokal dan membukukan beli bersih (foreign net buy) senilai Rp1,71 triliun.

Dia menambahkan, harga saham yang sudah masuk dalam area jenuh jual (oversold) menjadi salah satu katalis pelaku pasar saham mengambil posisi beli. "Kondisi itu memberi peluang pada IHSG kembali menguat pada perdagangan besok (Kamis, 1/3) dengan `support-ressistance` ke level 3.953-4.005 poin," ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, investor asing mendominasi aksi beli perdagangan menampung saham-saham yang dilepas pemodal lokal. Tercatat transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 1,71 triliun di seluruh pasar. Kemudian perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 137.396 kali pada volume 8,896 juta juta lot saham senilai Rp 6,038 triliun. Sebanyak 159 saham naik, sisanya 93 saham turun, dan 94 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 19.900 ke Rp 440.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 3.600 ke Rp 56.750, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 70.850, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 29.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Hero Supermarket (HERO) turun Rp 1.000 ke Rp 18.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 12.300, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 300 ke Rp 16.700, dan Fastfood (FAST) turun Rp 200 ke Rp 14.500.

Menutup perdagangan sesi I, IHSG juga ditutup positif dan melaju 57,796 poin (148%) ke level 3.961,353. Sementara Indeks LQ 45 menanjak 13,553 poin (2,00%) ke level 687,868. Seluruh indeks sektoral di lantai BEI kompak menguat dengan poin yang signifikan. Rata-rata penguatannya lebih dari satu persen.

Dana asing mengalir masuk ke lantai bursa dalam jumlah cukup banyak setelah kemarin dibawa keluar. Hingga siang kemarin transaksi investor asing tercatat sudah melakukan pembelian bersih lebih dari Rp 600 miliar.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 74.311 kali pada volume 4,522 juta lot saham senilai Rp 2,644 triliun. Sebanyak 138 saham naik, sisanya 75 saham turun, dan 99 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.200 ke Rp 55.350, Astra Internasional (ASII) naik Rp 900 ke Rp 70.700, Petrosea (PTRO) naik Rp 650 ke Rp 43.900, dan Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 17.350.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 400 ke Rp 12.300, Dian Swastatika (DSSA) turun Rp 200 ke Rp 16.800, Asahimas (AMFG) turun Rp 100 ke Rp 6.400, dan Fajar Surya (FASW) turun Rp 100 ke Rp 2.225.

Diawal perdagangan, IHSG BEI dibuka naik 21,51 poin atau 0,55% ke posisi 3.925,07, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,81 poin atau 0,81% ke posisi 679,79 poin. “IHSG kembali melanjutkan penguatan didorong saham-saham unggulan, kenaikkan itu dinilai wajar dikarenakan pada awal pekan kemarin IHSG melemah cukup dalam," kata pengamat pasar saham Treasury Telkom Sigma, Rahadyo Anggoro.

Dia menambahkan, penguatan IHSG dipicu juga oleh faktor teknikal sehingga indeks BEI bergerak dalam area positif. Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Jeff Tan menambahkan, pada perdagangan saham Rabu (29/2), secara teknikal indeks BEI berpotensi untuk melanjutkan penguatan pada kisaran 3.872-3.930 poin. "Data perekonomian AS seperti durable goods serta perkembangan dari hasil laporan keuangan perusahaan domestik dapat memberikan sentimen positif terhadap indeks BEI," ujarnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 123,05 poin (0,58%) ke level 21.694,69, indeks Nikkei-225 naik 123,94 poin (1,27%) ke level 9.846,46 dan Straits Times menguat 19,40 poin (0,65%) ke level 2.989,35. (bani)

Related posts