Laju IHSG Sepekan Tumbuh Positif 0,45%

NERACA

Jakarta – Seiring mulai meredanya sentimen negatif perang dagang, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin berada di zona hijau. Laju IHSG bergerak positif pada perdagangan pekan kemarin yang kemudian ditutup naik 0,45% ke level 5,957.74 poin dari 5,931.28 poin pada pekan sebelumnya. Sejalan dengan kenaikan IHSG, nilai kapitalisasi pasar pada pekan ini juga meningkat 0,55% ke posisi Rp6,704.19 triliun dari Rp 6,667.57 triliun.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin mengungkapkan, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan kemarin mengalami peningkatan sebesar 12,95% menjadi Rp7,29 triliun dari Rp6,45 triliun sepekan sebelumnya. Rata-rata volume transaksi harian BEI juga meningkat 5% menjadi 9,52 miliar unit saham dari 9,06 miliar unit saham pada pekan lalu dan rata-rata frekuensi transaksi harian BEI juga mengalami peningkatan sebesar 13,62% menjadi 398,28 ribu kali transaksi dari 350,53 ribu kali transaksi.

Investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp1.014 triliun di sepanjang pekan kemarin dan sepanjang tahun 2018 investor asing telah mencatatkan jual bersih mencapai Rp52,78 triliun. Kata

analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, penguatan indeks BEI Jum’at akhir pekan kemarin dipicu investor yang mempertahankan posisinya dengan kembali melakukan aksi beli seiring sentimen dari dalam negeri yang positif.”Bertahannya aksi beli mendorong IHSG lebih tinggi. Investor asing juga membukukan beli bersih," ujarnya.

Investor asing membukukan beli bersih atau "foreign net buy" sebesar Rp1,1 triliun pada akhir pekan kemarin, (21/9). Dia menambahkan, sentimen mengenai fluktuasi rupiah yang cenderung terapresiasi terhadap dolar AS turut mempengaruhi psikologis investor pasar modal dalam mengambil posisi beli.”Rupiah yang menguat karena didorong sentimen makroekonomi Indonesia yang diprediksi naik oleh Bank Dunia," katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham sebanyak 381.612 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 12,04 miliar lembar saham senilai Rp10,91 triliun. Sebanyak 197 saham naik, 187 saham menurun, dan 116 saham tidak bergerak nilainya. BEI juga mencatatkan dua obligasi pada akhir pekan yakni, obligasi I yang diterbitkan PT Jakarta Lingkar Baratsatu (JLBS) tahun 2018 sebesar Rp1,3 triliun, kemudian obligasi berkelanjutan II Bank CIMB Niaga tahap IV tahun 2018 yang diterbitkan oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) dengan nilai nominal Rp1.021 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2018 adalah 65 Emisi dari 43 perusahaan tercatat senilai Rp80,03 triliun. Dengan pencatatan ini, maka total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 363 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp410,23 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 113 perusahaan tercatat.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 90 seri dengan nilai nominal Rp2.280,24 triliun dan US$ 200 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp10,48 triliun.

BERITA TERKAIT

Nilai Transaksi Harian Sepekan Tumbuh 1,24% - Banyak Diburu Investor Lokal

NERACA Jakarta - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar 0,43% ke level…

Laba Bersih Bersih MNC Studio Tumbuh 49% - Ditopang Rating Tinggi dan Iklan

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT MNC Studios International Tbk (MSIN) mencatatkan laba bersih Rp168,1 miliar atau naik…

Sentimen Global Tekan Laju Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/10), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…