Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar - Lepas 22,57% Saham Ke Publik

NERACA

Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) yang direncanakan dilakukan November 2018. “Dalam pelaksanaan IPO, kami akan menggunakan laporan keuangan per 31 Mei 2018 dan dengan go public,kami yakin bisa meningkatkan level perusahaan menjadi lebih baik,"kata Direktur Independen Darmi Bersaudara, Lie Kurniawan di Jakarta, kemarin.

Dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menargetkan dana senilai Rp22 miliar. Nantinya, 80% dari dana segar yang diperoleh akan digunakan untuk modal kerja operasional dan sisanya untuk pembelian aset produktif. Lie mengungkapkan, perseroan menargetkan kenaikan penjualan sebesar 100% setelah IPO. Selain didukung oleh penambahan modal kerja, optimisme itu juga didasari oleh efisiensi yang dilakukan perseroan serta perluasan akses pasar.

Perseroan menyatakan bakal melakukan pembelian aset produktif secara bertahap. Aset produktif tersebut di antaranya meliputi lahan atau bangunan, maupun pabrik."Tapi kami lakukan secara bertahap. Kami membuka seluruh opsi, baik beli maupun akuisisi,"ujar Lie.

Sebagai informasi, Darmi Bersaudara adalah perusahaan yang berbasis di Gresik, Jawa Timur. Perusahaan ini menjalankan bisnis perdagangan kayu yang diolah menjadi barang setengah jadi. Sebesar 90% dari total produk perseroan dipasarkan ke luar negeri, terutama India dan Nepal. Selain itu, perseroan juga mulai memperluas destinasi ekspornya ke China, Australia, serta beberapa negara Eropa.

Darmi Bersaudara didirikan pada 2010. Pada 2015, pendirinya memutuskan untuk berkonsentrasi penuh menjalankan perdagangan kayu olahan yang diperoleh dari hutan Indonesia secara legal dengan merek dagang Darbe Wood. Dalam kegiatan usahanya, perseroan menyediakan pasokan kayu dan olahan kayu seperti decking, E2E, T&G, Flooring, Door Jamb, Post Beam, Finger Joint, serta Window Jamb.

Volume ekspor perusahaan tersebut cukup besar, yakni sekitar 40 kontainer per bulan, di mana rata-rata nilai per kontainer mencapai Rp250 juta. Dengan demikian, rata-rata nilai ekspor per bulan mencapai kisaran Rp10 miliar."Saat ini, total demand sangat besar, untuk India saja bisa ribuan kontainer. Tapi baru beberapa persen saja yang bisa kami penuhi," terang Lie.

Chief Operating Officer PT Artha Sekuritas Suparno Sulina selaku penjamin emisi alias underwriter menambahkan, porsi saham yang dilepas adalah 22,57% atau setara dengan 150 juta saham. Sementara itu, untuk valuasinya masih dinegosiasikan di kisaran di bawah Rp200.

BERITA TERKAIT

Kota Satu Properti Lepas 500 Juta Saham - Rencanakan Go Public

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, minat perusahaan untuk go public masih cukup tinggi dan salah satunya adalah PT…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

Dana Eksplorasi INCO Capai Rp 8,39 Miliar

Sepanjang September 2018, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah menggelontorkan dana kegiatan eksplorasi sebesar US$ 552.865 atau sekitar Rp 8,39…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…