Aksi Beli Investor Bawa IHSG Menguat - Sentimen Perang Dagang Mereda

NERACA

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (20/9) ditutup menguat sebesar 57,66 poin seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS dan Tiongkok. IHSG ditutup menguat 57,66 poin atau 0,98% menjadi 5.931,26. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 15,01 poin atau 1,63% menjadi 938,63.

Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah mengatakan bahwa kekhawatiran investor terhadap perang dagang AS-Tiongkok yang cenderung berkurang membuat pergerakan harga saham eksternal, termasuk IHSG kembali menguat.”Investor seolah tak terpengaruh terhadap pengumuman pengenaan tarif impor fase kedua terhadap barang Tiongkok oleh Amerika Serikat, dan Tiongkok yang melakukan pembalasan, mayoritas bursa regional bergerak menguat,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dari dalam negeri, lanjut dia, investor merespon positif program pemerintah mengenai biodiesel 20% (B-20), yang diyakini dapat menekan impor migas dan menjadi penyebab neraca perdagangan Indonesia defisit. Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan, defisit neraca perdagangan Indonesia yang menurun menunjukkan fundamental perekonomian domestik yang kuat sehingga diapresiasi investor.”Data ekonomi yang terlansir menunjukan fundamental ekonomi nasional cukup kuat sehingga IHSG dapat mempertahankan kenaikannya," katanya.

Bank Indonesia mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit US$ 1,02 miliar atau menurun dibandingkan dengan defisit neraca perdagangan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 2,01 miliar. Sementara itu tercatat frekuensi perdagangan saham sebanyak 421.614 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,37 miliar lembar saham senilai Rp7,41 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 159 saham menurun, dan 111 saham tidak bergerak nilainya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup menguat 2,418 poin (0,01%) ke 23.674,93, indeks Hang Seng menguat 70,30 poin (0,26%) ke 27.477,67, dan indeks Strait Times menguat 3,86 poin (0,12%) ke posisi 3.180,43. Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka dibuka naik sebesar 24,88 poin atau 0,42% ke posisi 5.898,48, seiring penguatan bursa saham Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 6,18 poin (0,67 persen) menjadi 929,8. Menurut analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mulai adanya pembalikan arah mencoba mematahkan tren pelemahan.

BERITA TERKAIT

Tarik Investor Dengan Insentif Perpajakan

      NERACA   Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan memperkuat insentif perpajakan guna pendalaman pasar keuangan…

Diversifikasi Pasar Ekspor Antisipasi Perang Dagang

NERACA Jakarta – Indonesia perlu melakukan berbagai langkah sebagai bentuk antisipasi dari dampak negatif perang dagang antara Amerika serikat dengan…

BEI Taksir Indeks Bisa Capai Level 6000 - Peluang IHSG di Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Geliat pertumbuhan industri pasar modal tetap terus tumbuh, meskipun dana asing keluar di pasar modal juga cukup…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Verena Multifinance Patok Rights Issue Rp140

PT Verena Multifinance Tbk (VRNA) menetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right…

Mandiri Kaji Terbitkan Obligasi US$ 1 Miliar

Perkuat modal guna memacu pertumbuhan penyaluran kredit, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berencana menerbitkan instrumen utang senilai US$ 1 miliar.…

Realisasi Kontrak Baru PTPP Capai 66,22%

NERACA Jakarta - Sampai dengan September 2018, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mengantongi total kontrak baru sebesar Rp32,45 triliun.…