Honorer K2 Asal Kabupaten Sukabumi Keluhkan Persyaratan CPNS

Honorer K2 Asal Kabupaten Sukabumi Keluhkan Persyaratan CPNS

NERACA

Sukabumi – Honorer Kategori 2 (K2) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan persyaratan calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), khususnya soal batas usia.“Rekrutmen CPNS sebelumnya dibatasi usia 46 tahun. Sekarang 35 tahun. Padahal banyak honorer K2 ini, sudah mengabdi selama puluhan tahun,” ujar Dede, seorang honorer dilingkungan Pemkab Sukabuni, pada NERACA, Kamis (20/9).

Dede berharap Kementerian PAN RB merubah persyaratan batas usia khusus bagi honorer K2.“Kami siap mengikuti ujian sebagai salah satu syaratnya. Tapi kalau batas usianya 35 tahun, maka kecil kemungkinan honorer K2 bisa mengikuti,” papar Dede.

Ia menambahkan persyaratan mengikuti seleksi CPNS dengan batas usia 35 tahun, akan rentan terjadi manipulasi.“Metodenya bisa dipelajari. Pemerintah telah menutup penerimaan honorer pada tahun 2004. Artinya, kebanyakan honorer yang sekarang itu, angkatan di bawah tahun 2004, atau setidaknya sudah mengabdi selama 14 tahun. Dan kinerja kami bisa dinilai,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Tatang, honorer K2 lainnya. Ia mengatakan beban kerja yang mereka alami selama ini, hampir sama dengan PNS. Namun soal kesejahteraan, sangat berbanding lurus.“Upah kami sangat jauh dari UMK. Kalau kami sakit, tidak ada jaminan kesehatan,” imbuh Tatang.

Pihak Dinas Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (DKPSDM) Kabupaten Sukabumi, belum bisa dikonfirmasi soal keinginan para honorer K2. Namun diterima kabar, Selasa depan, akan ada pembahasan menjawab tuntutan para honorer yang melakukan aksi demonstrasi. Ron

BERITA TERKAIT

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

PMDN Bantu Kurangi Angka Pengangguran Sukabumi

PMDN Bantu Kurangi Angka Pengangguran Sukabumi NERACA Sukabumi - Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Sukabumi, Jawa Barat banyak…

RAPBD 2019 Sukabumi Masih Sama Dengan APBD Murni Tahun Lalu

RAPBD 2019 Sukabumi Masih Sama Dengan APBD Murni Tahun Lalu NERACA Sukabumi - Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor - Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan NERACA Denpasar - Tiga…

KOTA SUKABUMI - Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW

KOTA SUKABUMI Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW NERACA Sukabumi - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…