BEI Pastikan Kondisi Pasar Aman dan Baik - Ditutup Berada di Zona Hijau

NERACA

Jakarta – Kembali menyakinkan investor pasar modal untuk tidak melakukan aksi panik jual, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melihat pergerakan dan kondisi pasar ataupun indeks harga saham gabungan (IHSG) masih dalam posisi yang aman dan baik. Pasalnya pada perdagangan dua hari terakhir ini IHSG ditutup di zona merah dengan masing-masing penurunan 1,80% dan 0,21%. Secara year to date hingga kemarin, IHSG turun 8,56%.

Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI mengatakan, pergerakan IHSG yang cukup tinggi tingkat volatilitasnya lebih disebabkan adanya respon dari neraca perdagangan yang defisit. Pun, efeknya diharapkan tidak akan lama.”Itu kemarin karena ada shock saja dari neraca perdagangan yang defisit. Tapi sudah rebound lagi karena market sudah menyadari defisit kita semakin mengecil. Ini reaksi sementara dan penurunannya tidak terlalu besar,” ujar Inarno di Jakarta, kemarin.

Terkait penundaan perusahaan yang ingin melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO), menurutnya penundaan tersebut karena kondisi market sekarang mungkin saja mereka pikir kurang baik sehingga menunda ke tahun selanjutnya.“Ini hanya reaksi bisnis perusahaan saja, market masih oke dan masih aman,” ujar Inarno.

Mengakhiri perdagangan saham Rabu (19/9) kemarin, IHSG ditutup menguat 61,80 poin atau 1,06% menjadi 5.873,59. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 11,33 poin atau 1,24% menjadi 923,62. Kata analis Royal Investium Sekuritas, Wijen Pontus, IHSG menguat seiring dengan sebagian investor yang mengambil momentum beli setelah harga saham dalam beberapa hari terakhir cenderung melemah,”Penguatan IHSG dipengaruhi faktor teknikal," tuturnya.

Dirinya menambahkan bahwa nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi terhadap dolar AS pada Rabu ini (19/9) turut menjadi sentimen positif bagi IHSG."Posisi rupiah hari ini kembali ke level Rp14.800-an setelah sempat menembus posisi 14.900 per dolar AS pada Selasa (18/9)," katanya.

Di sisi lain, menurut dia, sebagian investor juga mulai mengesampingkan sentimen mengenai perang dagang. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok lambat laun juga akan mereda sehingga investor lebih mencermati sentimen terdekat.”Dalam waktu dekat ini The Fed akan mengumumkan kebijakannya mengenai suku bunga, itu yang menjadi perhatian investor," katanya.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada Rabu sebanyak 408.960 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 9,78 miliar lembar saham senilai Rp6,61 triliun. Sebanyak 221 saham naik, 159 saham menurun dan 124 saham tidak bergerak nilainya. Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei ditutup menguat 251,98 poin (1,08%) ke 23.672,51, indeks Hang Seng menguat 322,70 poin (1,19%) ke 27.407,36, dan indeks Strait Times menguat 37,23 poin (1,19%) ke posisi 3.176,57.

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (11/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertahan di…

Utang Negara Masih Aman

Menyimak ancaman krisis global belakangan ini, ada baiknya kita melihat kondisi sejumlah negara lain yang kondisinya tidak lebih baik dari…

BEI Suspensi Saham Perdana Bangun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan suspensi atau penghentian sementara perdagangan saham PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) setelah sebelumnya…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…