Astra Graphia Beri Pinjaman Rp 125 Miliar - Kembangkan Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Astra Graphia Tbk (ASGR) memberikan fasilitas pinjaman uncommited kepada dua anak usaha senilai total Rp 125 miliar. Kedua pinjaman ini memiliki tingkat bunga sebesar JIBOR plus 2% dengan tenor selama dua tahun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, kedua anak usaha memperoleh pinjaman, yaitu PT Astra Graphia Information Technology (AGIT), perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa konsultasi dan implementasi teknologi informasi. Anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) ini memberikan pinjaman senilai Rp 25 miliar kepada perusahaan ini. Kemudian, pinjaman senilai Rp 100 miliar diberikan kepada anak usahanya PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI). Anak usahanya ini bergerak di bdiang usaha perdagangan umum, percatetakan dan penyelenggaraan jasa pengiriman barang, paket dan surat.

Seluruh dana yang dipinjamkan ini oleh kedua anak usahanya akan digunakan sebagai modal kerja, di luar pinjaman dari bank. Sebelumnya, Presiden Direktur ASGR, Harry H. Halim pernah mengatakan, perseroan akan mempertahankan potensi pendapatan yang didapat ASGR melalui AXI. Tercatat, pada semester I tahun ini kontribusi pendapatan dari AXI mencapai 32% (Rp 534 miliar) dari total pendapatan perseroan (Rp 1,67 triliun). Tercatat nilai kontribusi yang diperoleh dari AXI tumbuh 25% dari semester I tahun lalu yang hanya berkontribusi sebesar 7%.

Tahun ini, PT Astra Graphia Tbk menargetkan pendapatan dan laba bersih bisa tumbuh double digit. Herrijadi Halim menjelaskan, perusahaan akan fokus untuk meningkatan kontribusi pendapatan bersih berulang yang memberikan kontribusi signifikan. "Diharapkan pendapatan dan laba bisa naik 10%,"ujarnya.

Perseroan memproyeksikan kontribusi tambahan pendapatan berulang dari inisiatif baru berbagai platform teknologi online.Selain itu, meningkatkan kontrubisi penjualan melaluie-commerce bisnis. Serta melakukan percepatan perluasan bisnis baru yang berbasis printing dan digital services. Herrijadi menambahkan, untuk meningkatkan laba perseroan juga terus melakukan efisiensi. "Tapi kami lebih fokus untuk berinovasi untuk bisa meningkatkan produktivitas bekerja, managing cost dan meningkatkan kontrol usaha," jelasnya.

BERITA TERKAIT

Di Hakordia 2018, KPK Beri Penghargaan LHKPN-Gratifikasi

Di Hakordia 2018, KPK Beri Penghargaan LHKPN-Gratifikasi NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan terkait Laporan Harta Kekayaan…

KPK Luncurkan Panduan Pencegahan Korupsi Dunia Usaha

KPK Luncurkan Panduan Pencegahan Korupsi Dunia Usaha NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan buku panduan pencegahan korupsi untuk…

OJK Cabut Izin Usaha Dua Multifinance

  NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan kembali mencabut izin usaha dua multifinance, antara lain PT Tossa Salimas Finance…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

KSEI Dorong Investor Gunakan Login AKSes

NERACA Pekanbaru- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mendorong investor di Riau agar memanfaatkan fasilitas Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) untuk…

Orori Indonesia Jadi Reseller Resmi Antam

PT Orori Indonesia (Orori), sebagai perusahaan penjualan perhiasan online resmi menjadi "reseller" emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam).”Orori menjadi jembatan…

Sepekan Dana Asing Keluar Rp 765 Miliar

NERACA Jakarta –PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin meningkat 1,16% ke level 6,126.36…