Saham Pratama Abadi Masuk Efek Syariah

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait dengan penetapan efek syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-48/D.04/2018 tentang Penetapan Saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) sebagai efek syariah. Dalam siaran persnya di Jakarta, OJK menjelaskan, dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria efek syariah atas pernyataan pendaftaran yang disampaikan oleh PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk.

Dengan dikeluarkannya keputusan itu, maka efek tersebut masuk ke dalam daftar efek syariah sebagaimana keputusan dewan komisioner OJK Nomor KEP-24/D.04/2018 tanggal 24 Mei 2018 tentang daftar efek syariah. Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen pernyataan pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.

Secara periodik OJK melakukan review atas daftar efek syariah berdasarkan laporan keuangan tengah tahunan dan laporan keuangan tahunan dari emiten atau perusahaan publik. Review atas daftar efek syariah juga dilakukan apabila terdapat emiten atau perusahaan publik yang pernyataan pendaftarannya telah menjadi efektif dan memenuhi kriteria efek syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi atau fakta dari emiten atau perusahaan publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria efek syariah.

Sebagai informasi, PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk sebagai perusahaan yang bergerak di industri kemasan kaleng panganan laut ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 14 kali dari total IPO. Prilli BP Soetantyo, Direktur Utama PANI pernah bilang, pada masa penawaran umum ini tercatat sebanyak 715 investor melakukan pemesanan saham. Sejumlah 2 miliar saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment. “Hal tersebut mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak lebih dari 1.300 kali dari porsi pooling yang pun secara keseluruhan oversubscribed sebesar 14 kali dari total IPO,”ujarnya.

Untuk investor yang masuk, sekitar 86% terdapat dari investor perorangan lokal, 13% investor ritel asing dan sekitar 1% investor institusi lokal. Pada debut perdananya di pasar modal, saham PANI dibuka melejit 69,44% menjadi Rp 183 per saham. Perseroan melepas sebanyak 150 juta saham dengan menetapkan harga perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 108 per saham.

Pratama Abadi meraup dana Rp 16,2 miliar dari IPO dan akan menggunakan seluruh dana IPO untuk ekspansi. Hingga akhir tahun ini, penjualan perusahaan ditargetkan tumbuh hingga 50%. “Penjualan tahun ini targetnya akan menjadi Rp 206 miliar atau naik 50% dari tahun lalu. Untuk laba kami targetkan Rp 3 miliar,” ujar Prilli.

BERITA TERKAIT

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

Kota Satu Properti Lepas 500 Juta Saham - Rencanakan Go Public

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, minat perusahaan untuk go public masih cukup tinggi dan salah satunya adalah PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…