Menilik Aneka Jenis Kambing

Neraca. Daging kambing rupanya punya tempat tersendiri. Keistimewaan kambing menghasilkan daging yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, bahkan memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap kehidupan banyak petani peternak di Indonesia.

Domestikasi kambing merupakan domestikasi yang paling awal dilakukan umat manusia setelah domestikasi anjing. Asal mula kambing yang ada sekarang adalah kambing liar yang hidup di pegunungan yang ada di Asia Barat, Persia, dan sekitarnya. Sebagian ahli menduga kambing-kambing yang banyak dibudidayakan saat ini berasal dari keturunan kambing hias dan spesies Capra aegagrus yang hidup di Asia kecil di daratan Persia, Capra falconeri dari sekitar pegunungan Himalaya, dan Capra prisca yang hidup di sekitar pantai Mediterania.

Dalam perkembanganya,tipe kambing diklasifikasikan berdasarkan produk utamanya yaitu:

1. Tipe potong

2. Tipe perah

3. Tipe dwiguna(gabungan tipe potong dan perah)

4. Tipe bulu atau kulit bulu.

Ada beberapa jenis dan macam kambing, yang antara lain;

Kambing Etawa berasal dari wilayah Jamnapari (India) sehingga kambing ini disebut Jamnapari. Kambing ini adalah kambing yang paling populer di Asia Tenggara. Kambing Alpin, sesuai dengan namanya berasal dari pegunungan Alpen di Swiss. Kambing Saanen berasal dari lembah Saanen,Swiss bagian barat. Kambing ini merupakan jenis kambing terbesar di Swiss. Kambing Toggenburg berasal dari wilayah Toggenburg Valley, sebuah wilayah di sebelah timur laut Swiss. Kambing ini banyak diimpor ke Amerika Serikat dan Inggris, dengan ciri fisik antara lain telinga tegak dan mengarah ke depan, hidung agak cembung, warna bulu merah tua atau coklat dengan bercak putih di bebarapa bagian tubuh (seperti telinga dan bagian atas mata). Kambing Anglo-Nubbian berasal dari wilayah Nubia di sebelah timur laut Afrika. Sekarang ini juga banyak dipelihara di Mesir, Afrika Selatan, dan Abbesina. Kambing Beetal dikembangkan di Punjab (India), Rawalpindi, dan Lahore. Diduga, kambing etawa dan kambing lokal, karena ciri fisiknya sangat menyerupai kambing Etawa.

Susu kambing sangat baik untuk orang yang memiliki kelainan lactose intolerance, yakni kelainan yang disebabkan oleh kepekaan alat pencernaan terhadap susu sapi. Secara fisik, perbedaan antara susu sapi dan kambing terlihat secara nyata yaitu warna susu kambing lebih putih daripada susu sapi karena susu kambing tidak mengandung karoten.

Related posts