BEI Siapkan Dua Langkah Strategis - Tekan Kerugian Anggota Bursa

NERACA

Jakarat – Naik turunnya kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) mempengaruhi investasi di pasar modal dan termasuk kinerja anggota bursa (AB) yang mencatatkan kerugian. Merespon kondisi tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan melakukan antisipasi sebagai upaya untuk meminimalisasi tingkat kerugian perusahaan sekuritas yang menjadi Anggota Bursa (AB).

Ada dua langkah yang disiapkan otoritas pasar modal. Pertama, upaya jangka pendek yakni menyiapkan produk yang bisa dipasarkan oleh para AB, sehingga pendapatan operasional bisa terdongkrak.”Kedua, mengenai pendirian perusahaan teknologi informasi (IT) yang diharapkan nanti akan mengurangi biaya investasi yang dikeluarkan AB karena bisa bermitra," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, nantinya bursa akan menyediakan platform IT untuk para AB yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas operasional. Adanya kerja sama ini diyakini akan menekan biaya pengeluaran AB sehingga efisiensi bisa meningkat. Namun, Laksono mengingatkan perusahaan sekuritas juga harus jeli dalam menjalankan bisnisnya. Artinya, perusahaan harus bisa melakukan penetrasi pasar sehingga kerugian bisa terus ditekan. Apalagi, beban AB saat ini semakin berat.

Otoritas berencana menaikkan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) bagi perusahaan sekuritas. Belum lagi, ada risiko penurunan MKBD saat awal pelaksanaan penyelesaian transaksi menjadi T+2. Kondisi ini harus diwaspadai oleh para AB, terlebih mayoritas perusahaan yang rugi adalah AB dengan MKBD kecil.”AB juga harus melakukan tindakan untuk mengurangi kerugian. Kami tidak bisa spesifik mengarahkan ke mana," ujarnya.

Berdasarkan data BEI, beberapa AB mencatatkan kerugian pada paruh pertama tahun ini. Di antaranya adalah Buana Capital Sekuritas, Madani Sekuritas Indonesia, Makindo Sekuritas, Primasia Unggul Sekuritas, RHB Sekuritas Indonesiam, dan Semesta Indovest Sekuritas. Sebagai informasi, guna menekan efisiensi para anggota bursa, saat ini sedang mengkaji pembangunan sistem teknologi informasi perdagangan efek yang dapat digunakan oleh seluruh AB.

Upaya penguatan anggota bursa (AB) yang akan dilakukan adalah program-program yang dapat menekan biaya operasional AB. Misalnya saja, dengan IT Sharing cost yang akan diformulasikan caranya. Pihak BEI sendiri sebenarnya bisa menyediakan sistem IT perdagangan yang dapat digunakan oleh AB dengan biaya subsidi. Maka dari itu, biaya operasional AB bakal tertekan sehingga memberikan peluang AB yang masih merugi dapat membukukan laba.

Dari 105 AB yang aktif melakukan kegiatan perantara perdagangan efek, sebanyak 62 AB telah memberikan layanan online trading, 10 AB memberikan layanan DMA (Direct Market Acces) atau semi online trading bagi nasabah asing, dan 20 AB memberikan layanan DMA, tetapi hanya untuk nasabah institusi asing. Lalu, hanya 16 AB yang tidak memberikan layanan online trading. Sementara itu, 105 AB tahun 2015 terdapat 62 AB yang mencatatkan laba bersih dan 43 AB merugi. Tahun 2016 terdapat 74 AB mencatatkan laba bersih dan 31 AB merugi. Lalu, semester II 2017, 76 AB yang mencatatkan laba bersih meningkat menjadi 76 AB dan 25 AB merugi.

BERITA TERKAIT

Beban Operasional Membengkak - Medco Energi Telan Kerugian US$ 11,08 Juta

NERACA Jakarta – Di kuartal tiga 2018, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan kerugian sampai dengan sampai dengan US$…

Disnakertrans Kota Sukabumi Berangkatkan Dua KK

Disnakertrans Kota Sukabumi Berangkatkan Dua KK NERACA Sukabumi - Tahun ini Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi…

Pemerintah Siapkan Dua PP Pencegahan Korupsi

Pemerintah Siapkan Dua PP Pencegahan Korupsi NERACA Jakarta - Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Yanuar Nugroho mengatakan, pemerintah telah menyiapkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Berkah Kinerja Emiten Meningkat - Jumlah Investor di Sumbar Tumbuh 46%

NERACA Padang – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) mencatat jumlah investor saham asal Sumbar di pasar…

Indo Premier Bidik AUM 2019 Tumbuh 50%

Tahun depan, PT Indo Premier Investment yakin dana kelolaan atau asset under management (AUM) mereka akan tumbuh hingga 50% seiring…

HRUM Siapkan Rp 236 Miliar Buyback Saham

PT Harum Energy Tbk (HRUM) berencana untuk melakukan pembelian kembali saham atau buyback sebanyak-banyaknya 133,38 juta saham atau sebesar 4,93%…