Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

NERACA

Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan jumlah investor yang membeli obligasi ritel ini di seluruh Indonesia sebanyak 21.672 orang. Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang dikutip di Jakarta, Selasa (18/9), menyebutkan dana hasil penjualan SBR004 ini akan dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas SDM Indonesia.

SBR004 yang mempunyai tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama sebesar 8,05 persen ini merupakan seri SBR kedua, setelah SBR003, yang penjualannya dilakukan melalui online (e-SBN) serta mempunyai interface dengan 11 mitra distribusi. Pemesanan SBR004 yang telah menjangkau investor baru sebanyak 17.195 ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) sekitar 4,9 kali dari target awal yang disampaikan mitra distribusi sebesar Rp1,49 triliun.

Dari 17.195 investor baru, sebanyak 45,26 persen atau 7.782 investor merupakan generasi milenial atau kelahiran 1980-2000 dalam rentang usia 18-38 tahun. Generasi milenial ini juga mendominasi sebanyak 40,99 persen dari total jumlah investor sebesar 21.672 orang, diikuti generasi X atau kelahiran 1965-1979 dalam rentang usia 39-53 tahun sebanyak 30,92 persen.

Namun, dari sisi volume pemesanan, generasi baby boomer yang lahir 1946-1965 dengan rentang usia 54-72 tahun, masih dominan karena mencapai 43,11 persen atau Rp3,16 triliun dari total volume pemesanan. Berdasarkan kelompok profesi, jumlah investor terbesar adalah pegawai swasta 37,95 persen, diikuti kelompok wiraswasta 23,39 persen dan ibu rumah tangga 10,39 persen.

Namun, dari sisi volume pemesanan, kelompok profesi wiraswasta merupakan yang dominan yaitu mencapai 39,4 persen, diikuti pegawai swasta 24,2 persen dan ibu rumah tangga 14,61 persen. Jumlah nominal pemesanan SBR004 terbesar berdasarkan wilayah adalah Indonesia bagian barat selain DKI Jakarta sebesar Rp3,29 triliun, diikuti wilayah DKI Jakarta Rp3,27 triliun dan Indonesia bagian tengah dan timur Rp761,6 miliar.

Jumlah investor ritel yang melakukan pemesanan SBR004 pada kisaran Rp1 juta sampai dengan Rp100 juta mencapai 55,59 persen. Sedangkan rata-rata volume pemesanan per investor adalah Rp337,9 juta. Sementara itu, mitra distribusi dari kelompok "fintech" berkontribusi dalam penjualan SBR004 untuk 13,3 persen investor, meski dari segi volume hanya menyumbang sebesar 1,8 persen.

Secara kumulatif, total realisasi penerbitan SBR003 maupun SBR004 yang sudah dilakukan melalui sistem berbasis jaringan pada 2018, telah mencapai Rp9,25 triliun, lebih tinggi dari total realisasi penerbitan SBR001 (pada 2014) dan SBR002 (pada 2016) sebesar Rp6,31 triliun.

BERITA TERKAIT

Anjlok Signifikan, Penjualan Mobil Diesel di Eropa

Penjualan mobil diesel di Eropa turun tajam pada paruh pertama 2018 di tengah kekhawatiran konsumen atas masalah polusi dan nilai…

Pemerintah Bakal 'Paksa' Pengembang Bangun Fasilitas Difabel

Kementerian Sosial akan menyiapkan panduan penyediaan fasilitas umum ramah difabel dengan mengadopsi model terbaik di dunia dengan tetap memperhatikan kearifan…

Pemerintah Siapkan Regulasi Cegah Anak Kecanduan Gadget

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, membenarkan kabar bahwa pemerintah tengah menggodok sebuah aturan untuk membatasi penggunaan gawai seperti smartphone atau…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pembiayaan Lewat Fintech Diperkirakan Rp20 Triliun

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan jumlah penyaluran pinjaman oleh penyelenggara teknologi finansial (tekfin)…

BI Sebut Rupiah Sudah Stabil

  NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebutkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini sudah stabil dan…

MUFG Teken Perjanjian Pinjaman Proyek Tol Trans Sumatera

  NERACA   Jakarta - Entitas perbankan utama dari Mitsubishi UFJ Financial Group, MUFG Bank, Ltd. (MUFG) pada (11/10) lalu…