Saham PANI Oversubscribed 14 Kali - Debut Perdana di Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Di tengah rapuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan juga terkoreksinya indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Selasa (18/9), kemarin, tidak membuat minat investor mengkoleksi saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) menyusut. Bahkan perusahaan yang bergerak di industri kemasan kaleng panganan laut ini mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 14 kali dari total IPO.

Prilli BP Soetantyo, Direktur Utama PANI mengatakan, pada masa penawaran umum ini tercatat sebanyak 715 investor melakukan pemesanan saham. Sejumlah 2 miliar saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment. “Hal tersebut mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak lebih dari 1.300 kali dari porsi pooling yang pun secara keseluruhan oversubscribed sebesar 14 kali dari total IPO,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Untuk investor yang masuk, sekitar 86% terdapat dari investor perorangan lokal, 13% investor ritel asing dan sekitar 1% investor institusi lokal. Pada debut perdananya di pasar modal, saham PANI dibuka melejit 69,44% menjadi Rp 183 per saham. Perseroan melepas sebanyak 150 juta saham dengan menetapkan harga perdana saham atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 108 per saham.

Pratama Abadi meraup dana Rp 16,2 miliar dari IPO dan akan menggunakan seluruh dana IPO untuk ekspansi. Hingga akhir tahun ini, penjualan perusahaan ditargetkan tumbuh hingga 50%. “Penjualan tahun ini targetnya akan menjadi Rp 206 miliar atau naik 50% dari tahun lalu. Untuk laba kami targetkan Rp 3 miliar,” ujar Prilli.

Penjualan panganan laut mayoritas dijual ekspor sebesar 80% ke Amerika Utara, Amerika Selatan dan Eropa. Untuk belanja modal tahun ini masih belum terlalu besar yakni sebesar Rp 2 miliar dan sudah sekitar Rp 1 miliar yang terpakai untuk pembelian mesin tuna. Disampaikan Prilli Soetantyo, pihaknya masih akan fokus menjalankan bisnis di industri pengemasan kaleng panganan laut dan akan terus mengembangkan bisnis dengan mulai memasuki bisnis pengolahan panganan laut melalui anak usaha yakni PT Windu Blambangan Sejati.”Kami menyelaraskan bisnis karena kemasan dari olahan tuna tersebut akan menggunakan kemasan kaleng dari induk usaha,” ujarnya.

Setelah IPO ini menurutnya, kapasitas produksi kaleng akan meningkat 50%. Saat ini kapasitas produksi kaleng sebesar 500.000 kaleng per tahun dengan ukuran kaleng sebesar 17 kg. Sedangkan untuk anak usaha PT Windu Blambangan Sejati melayani jasa pembekuan atau penyimpanan hasil perikanan yang sekitar 95% produk pengolahan hasil perikanannya yaitu udang beku, gurita beku yang di ekspor ke Amerika Serikat, Panama, Meksiko, Jerman, Italia, Prancis, Belgia, Yunani, FIlipina dan Turki.

Sebagai informasi, penjamin pelaksana emisi IPO Pratama Abadi adalah PT Panca Global Sekuritas, PT Dhanawibawa Sekuritas Indonesia dan PT Binaartha Sekuritas. Pasca IPO, susunan pemegang saham menjadi Hendra Hasan 26,82%, Fredyanto Oetomo 24,39%, Prilli PB Soetantyo 12,20% dan sisanya publik sebanyak 36,59%.

Freddy Oetomo, Direktur Keuangan PANI mengatakan, perusahaan berkomitmen untuk membagikan dividen atas laba bersih setelah IPO kepada investor. Adapun besarannya adalah minimal 10% dari laba jika laba bersih mencapai Rp 10 miliar dan minimal dividen 15% jika laba bersih diatas Rp 10 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Waskita Toll Road Tambah Modal Becakayu

NERACA Jakarta - Danai pengembangan bisnis jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) sebagai anak usaha PT Waskita Karya Tbk…

Saham Super Energy Masuk Pengawasan BEI

Lantaran pergerakan harga sahamnya melesat tajam di luar kebiasaan atau disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Super Energy…

Malindo Bagikan Dividen Rp 16 Per Saham

NERACA Jakarta - Emiten yang bergerak produksi pakan ternak, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan membagikan dividen interim dari laba…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…