OJK Dorong BPD Lakukan Spin Off Unit Syariahnya

NERACA

Pontianak - Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus mendorong BPD dan bank konvensional yang ada untuk melakukan spin-off terhadap unit syariahnya. "Sejauh ini sebagian besar bank syariah yang ada masih berbentuk unit dari bank induk, ini yang mengakibatkan bank syariah sulit tumbuh. Untuk itu, kita akan terus mendorong agar bank syariah bisa melakukan spin-off dari bank induk agar bisa mandiri dan tumbuh," kata Nurdin, seperti dikutip Antara, kemarin.

Menurutnya, OJK telah memberikan waktu kepada bank syariah, dimana tahun 2023 bank syariah harus melakukan spin off. "Hal ini merupakan salah satu usaha untuk mempercepat pertumbuhan pangsa pasar bank syariah di tanah air. Tentu saja suatu usaha pemerintah yang patut didukung karena seiring dengan usaha pemenuhan hak bagi mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia yang harus disediakan fasilitas keuangan yang sesuai dengan kepercayaannya," katanya.

Dirinya mengakui, memang ada sejumlah pihak yang menyatakan masih kurangnya sinergi antara OJK dan pemerintah dalam membangun industri keuangan syariah. Hal ini menyebabkan biaya dana perbankan syariah yang mahal, dan berimbas pada produk yang dijual kepada masyarakat menjadi mahal. "Jika spin-off ini bisa dilakukan, manfaatnya adalah nasabah akan menikmati pelayanan yang lebih baik, margin pembiayaan yang rendah, kepastian produk dan jasa yang makin kental syariah. Jika itu tercapai maka keberadaan bank syariah akan menjadi rahmat bagi keluarga Indonesia," tuturnya.

Nurdin menambahkan, spin-off itu sendiri memang sudah lama diharapkan oleh OJK. Namun, pihaknya juga mengetahui, bank syariah yang saat ini masih berupa unit perbankan, memerlukan waktu untuk bisa lepas dari bank konvensional yang menaunginya. Saat ini sudah ada 8 unit usaha syariah yang telah melakukan spin-off. Jika target 2023 tercapai, maka jumlah bank umum syariah di Indonesia akan berjumlah 34 bank. "Untuk itu, kita memberikan waktu sampai dengan tahun 2023 nanti, dimana smeua bank syariah harus bisa mandiri. Ini yang akan terus kita dorong," kata Nurdin.

BERITA TERKAIT

Kementan Dorong Ekspor Bunga Melati dari Jawa Tengah

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan terus mendorong peningkatan ekspor bunga melati atau "Jasminum sambac" dari Jawa Tengah…

"Internet Of Things" Dorong Produktivitas Petani

NERACA Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bahwa "Internet of things" atau IoT dapat membuat para petani menjadi…

Wagub Jabar Dorong SMK/SMA Buat Program Pendidikan Kewirausahaan

Wagub Jabar Dorong SMK/SMA Buat Program Pendidikan Kewirausahaan NERACA Indramayu - Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar) Uu Ruzhanul Ulum…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Holding BPR Bisa Terjadi

      NERACA   Padang – Pemerintah sedang gencar untuk menyatukan perusahaan-perusahaan BUMN yang satu lini bisnis. Seperti misalnya…

Suku Bunga Acuan Ditahan

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) untuk keempat-kalinya secara berturut-turut mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse…

BI Jamin Longgarkan Likuiditas dan Kebijakan Makroprudensial

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menjamin kondisi likuiditas yang longgar bagi perbankan dan akan memberikan stimulus…