Harga Bawang dan Cabai di Sukabumi Anjlok

Harga Bawang dan Cabai di Sukabumi Anjlok

NERACA

Sukabumi - Harga bawang dan cabai di pasar tradisional Kota Sukabumi, Jawa Barat, sejak awal September anjlok karena komoditas itu sedang memasuki masa panen di sejumlah daerah penghasil.

"Dari pantauan kami kedua komoditas tersebut harganya terus menurun sejak awal bulan karena pasokan yang meningkat tetapi pembelinya stagnan. Bahkan penurunan harga ini sudah terjadi di tingkat petani," kata Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKMPP) Kota Sukabumi Ayep Supriatna di Sukabumi, Jumat (14/9).

Adapun harga komoditas tersebut yang turun yakni bawang merah yang awalnya Rp22 ribu/kg menjadi Rp20 ribu/kg, kemudian cabai merah TW pekan ini hanya dijual Rp18 ribu/kg yang awalnya Rp20 ribu/kg atau turun Rp2 ribu setiap kilogramnya.

Selain itu, untuk pangan dan kebutuhan pokok lainnya harganya masih stabil seperti beras Ciherang Rp12 ribu/kg, IR 64 kualitas 1 Jampang Rp11.500/kg dan IR 64 kualitas 2 Jampang Rp8.800/kg. Kemudian minyak goreng dalam kemasan Rp13.750/liter, minyak goreng curah Rp12 ribu/liter, gula pasir Rp12 ribu/kg, tepung terigu Rp7 ribu/kg, bawang putih Rp24 ribu/kg, cabai merah Rp28 ribu/kg, cabai rawit hijau Rp24 ribu/kg.

Namun hanya harga ayam potong saja yang mengalami penaikan yang awalnya Rp34 ribu/kg menjadi Rp35 ribu/kg. Padahal awal September ini harga ayam sempat mengalami penurunan harga tetapi karena meningkatnya permintaan menyebabkan harganya naik."Harga kebutuhan masyarakat selalu berfluktuasi setiap waktu tidak hanya setiap pekan, bahkan setiap hari bisa saja berubah tergantung dari pasokan dan permintaan masyarakat," tambah dia.

Ayep mengatakan untuk persedian barang di pasar Kota Sukabumi tidak pernah kekurangan apalagi sampai terjadi kelangkaan. Bahkan pihaknya menjamin ketersediaannya mencukupi hingga akhir tahun. Ant

BERITA TERKAIT

Harga Premium Tidak Naik untuk Jaga Daya Beli dan Inflasi

NERACA Jakarta -- Presiden Jokowi menegaskan,  harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium tidak mengalami kenaikan. Pasalnya, presiden khawatir kenaikan harga…

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM

Ketua Komisi II DPRD: Walikota Sukabumi Secepatnya Lakukan Seleksi Dirut PDAM NERACA Sukabumi - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota…

PMDN Bantu Kurangi Angka Pengangguran Sukabumi

PMDN Bantu Kurangi Angka Pengangguran Sukabumi NERACA Sukabumi - Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kota Sukabumi, Jawa Barat banyak…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup

LPDB KUMKM Ajak Universitas Jember Kerjasama Kembangkan Bisnis Startup NERACA Jember - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM mengajak Universitas…

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor - Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan

Direktur CPL World Bank Kunjungi Damamaya Cyber Monitor Sebut Denpasar Mampu Sediakan "Big Data" Perencanaan Pembangunan NERACA Denpasar - Tiga…

KOTA SUKABUMI - Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW

KOTA SUKABUMI Poin Strategis Pasar Induk dan Perparkiran Paling Mencolok di Revisi RTRW NERACA Sukabumi - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah…