Pemprov Banten Kurangi Kesenjangan Ekonomi Perempuan

Pemprov Banten Kurangi Kesenjangan Ekonomi Perempuan

NERACA

Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus berupaya mengurangi kesenjangan ekonomi dan kesejahteraan antara kaum laki-laki dan perempuan, dengan melakukan sinergitas pemerintah dan dunia usaha dengan pihak perbankan untuk membantu mengembangkan usaha kaum perempuan.

Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (P3AKKB) Provinsi Banten, Siti Ma'ani Nina mengatakan, kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki laki dalam kesejahteraan di Provinsi setempat masih terlihat jauh. Berdasarkan data BPS Banten tingkat kesenjangan ekonomi diantara kaum laki-laki dan perempuan tersebut masih berada di kisaran 53 persen lebih.

"Data BPS itu kesenjangan ekonomi itu berjumlah sekitar 3 juta untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan di kisaran 1 juta. Dilihat dari data ini kan artinya masih tinggi kesenjangannya," kata Nina di Serang, Jumat (14/9).

Menurut dia, untuk mengurangi kesenjangan itu, maka perlu adanya sinergitas yang dilakukan tidak hanya oleh pemerintah, melainkan perlu pula didukung oleh perbankkan dan dunia usaha. Salah satu upaya yang dilakukan Pemprov Banten juga dengan membuat aplikasi sisitem jendela informasi wanita (Si Jelita) yang berfungsi untuk mendukung promosi dan pemasaran usaha kaum wanita di Banten.

"Pemerintah terus mendukung terhadap kaum perempuan untuk memiliki keahlian seperti memperkuat usahanya. Salah satunya yakni dengan memberikan pelatihan terhadap para perempuan yang berkecimpung di dunia usaha," ujar Nina.

Menurut dia, eksistensi perempuan dalam mengembangkan usaha itu dibutuhkan peran serta dari perbankan untuk permodalan dan dunia usaha lainnya untuk memberikan peluang berusaha. Sebab kualitas produk sangat bergantung kepada dukungan modal, dukungan keahlian hingga dukungan sinergitas dari berbagai pihak."Kami juga sedang melakukan verifikasi data kelompok usaha rumahan kaum perempuan di Banten," ujar Nina.

Asisten Deputi Partisipasi Lembaga Profesi dan Dunia Usaha Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA RI),Sri Prihantini Lestari Wijayanti mengatakan, kurangnya sintegritas dari dunia usaha membuat kesenjangan ekonomi perempuan masing terjadi. Padahal disisi lain keberadaan perempuan menjadi pendongkrak ekonomi keluarga."Perempuan tidak hanya bekerja di rumah semata, tetapi juga menjadi pendorong ekonomi keluarga," kata dia.

Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah (pemda) untuk terus memberikan sosialisasi terkait perlunya peran serta dari perbankan dan dunia usaha dalam mengembangkan usaha kaum perempuan."Sosialisasi seperti ini harus terus dilakukan, karena kaum perempuan memiliki peluang lebih terbuka untuk sukses dalam berusaha. Alasannya mereka lebih tekun, teliti dan detail," kata Sri dalam sosialisasi Sistem Jendela Informasi Wanita (Si Jelita) Dengan Perbankan dan Dunia Usaha. Ant

BERITA TERKAIT

Kenaikan Investasi dan Ekspor Manufaktur Wujudkan Ekonomi Sehat

NERACA Jakarta – Pemerintah sedang memprioritaskan peningkatan investasi dan ekspor guna memperbaiki struktur perekonomian nasional. Dua faktor tersebut, juga menjadi…

Pemprov Jabar Arahkan Industri ke Wilayah Timur

Pemprov Jabar Arahkan Industri ke Wilayah Timur NERACA Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum mengatakan pihaknya…

Bank Mandiri Kembangkan Peran Ekonomi Pesantren

  NERACA Surabaya - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat peran ekonomi pondok pesantren untuk menumbuhkan usaha mikro kecil dan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM

Menkop dan UKM: Pariwisata Akar Pengembangan KUMKM NERACA Garut - Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga menegaskan, bila suatu daerah…

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat

Menteri LHK: Posisi Jokowi Sangat Tegas Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat NERACA Malang - Menteri LHK Siti Nurbaya menilai, yang dimaksud…

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker - Stok Logistik Tergolong Aman

BPBD Kota Sukabumi Gelar Raker  Stok Logistik Tergolong Aman NERACA Sukabumi - Untuk menimalisir bencana di kota Sukabumi, Badan Penanggulangan…