Saham Melesat 88,46%, BEI Suspensi ANDI

NERACA

Jakarta – Perdagangan saham bergerak di luar kebiasaan atau meningkat signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Andira Agro Tbk (ANDI) pada Jum’at akhir pekan kemarin. "Penghentian sementara perdagangan saham ANDI tersebut dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai," kata P. H. Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Styawan dalam keterbukaan informasi di Jakarta, kemarin.

Pihak BEI menjelaskan, suspensi dilakukan untuk cooling down dan para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan. Suspensi sendiri diambil bursa dengan tujuan memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham ANDI.

Sebagai informasi, dalam sepekan terakhir, saham perseroan mencatatkan kenaikan yang signifikan yakni sebesar 88,46%. Di akhir pekan kemarin, harga saham AKSI berada pada level Rp1.470. Andira Agro didirikan pada 28 April 1995 yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Perusahaan telah mengalami beberapa perubahan kepemilikan sejak awal. Saat ini ANDI dimiliki oleh pemegang saham mayoritas, PT. Meta Epsi dan PT. Anugerah Perkasa Semesta.

ANDI mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada 16 Agustus 2018 dengan menawarkan 500 juta saham atau setara dengan 26,74% dari modal yang ditempatkan pada harga Rp200 per saham. Tahun ini, perseroan memacu target penjualan produk minyak sawit atau crude palm oil (CPO) lebih besar lagi. Dimana hingga akhir tahun ini, penjualan minyak sawit ditargetkan dapat tembus hingga 48.000 ton. Saat ini harga CPO di kisaran US$ 560 per ton, dengan ekspektasi mencapai US$ 600 sampai US$ 620 per ton.”Kami saat ini memiliki kapasitas produksi kelapa sawit sekitar 4.000 ton dan akan membangun pabrik baru untuk meningkatkan produksi sekitar 10.000 ton di tahun 2022 pada saat pabrik baru ini jadi”kata Direktur Utama ANDI, Francis Indarto.

Maret 2018, perusahaan sudah mencatat penjualan Rp 50 miliar. Penjualan disumbangkan dari CPO 8.000 ton dan inti kelapa sawit 2.000 ton.”Dengan adanya aturan B20 dari pemerintah akan menstimulus permintaan CPO. Saat ini pertumbuhan penjualan kami per tahun sekitar 15% sampai 20%. Harapannya dengan adanya aturan itu dapat stabil di level tersebut,”ujar Francis.

BERITA TERKAIT

Awal Pekan Ini, BEI Suspensi Saham Renuka

NERACA Jakarta - Setelah masuk pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran, awal…

BEI Suspensi Saham Pool Advisa Finance

NERACA Jakarta – Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal menghentikan sementara perdagangan saham PT Pool Advisa Finance Tbk (POLA)…

Minim Disiplin Laporan Keuangan - BEI Berikan Sanksi Tegas 18 Emiten “Nakal”

NERACA Jakarta – Mendorong daya saing industri pasar modal tidak hanya sebatas inovasi pelayanan yang lebih efisien, tetapi juga prinsip…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kebanjiran Proyek Infrastruktur - Cashflow Waskita Beton Akhir Tahun Positif

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun yang tinggal menghitung hari, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diproyeksikan mencatatkan cashflow operasional…

Ramaikan Harbolnas - Bukalapak Targetkan Transaksi Rp 1,6 Triliun

NERACA Jakarta - Meriahkan hari belanja online nasional (Harbolnas) di akhir tahun ini, Bukalapak yang selalu berpatisipasi selalu menghadirkan banyak…

Sentul City Bukukan Penjualan Rp 813 Miliar

NERACA Bogor – Emtien properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) berhasil mencatatkan kinerja positif di kuartak tiga 2018. Dimana perseroan…