Hartadinata Pangkas Target Pembukaan Gerai - Kondisi Global Belum Kondusif

NERACA

Jakarta – Kemilaunya bisnis emas yang digeluti PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), tidak serta merta membuat ekspansi bisnis perseroan juga agresif. Pasalnya, di tengah ketidakpastian ekonomi global memaksa perseroan untuk mengerem ekspansi pembukaan gerai baru. Hingga akhir tahun ini, emiten produsen perhiasan dan peritel produk emas merevisi target gerai dari 100 toko menjadi 40 toko.

Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi, M. Ath Thoriq mengatakan, hingga saat ini perseroan sudah memiliki 31 toko emas. Secara keseluruhan, jumlah gerai saat ini diklaim sudah lebih banyak dibandingkan sebelum melakukan Initial Public Offering (IPO). Disampaikannya, setahun setelah IPO, perseroan berhasil menambah 25 gerai baru. Namun, karena kendala dalam soal pendanaan, HRTA mengerem pembukaan gerai pada tahun ini.“Toko sekarang sudah 31 gerai. Paling target tercapai 40 gerai," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Tahun ini, HRTA berencana membuka toko emas baru di Madura, Palembang, dan Medan. Dia optimistis penambahan gerai baru pada tahun ini akan berkontribusi pada penjualan tahun berikutnya. Sebelumnya, HRTA berniat menerbitkan Medium Term Notes (MTN) senilai Rp300 miliar. Namun, rencana itu ditunda hingga 2019. Kondisi ekonomi global yang belum stabil dinilai memberikan dampak negatif ke dalam negeri, sehingga perseroan memikirkan ulang strategi pendanaan.

Hingga akhir 2018, HRTA memproyeksi pertumbuhan pendapatan emas bisa mencapai 20% atau sekitar Rp3 triliun. Per Juni 2018, perseroan telah mengantongi target pendapatan sekitar 50%. Per semester I/2018, HRTA membukukan pendapatan Rp1,53 triliun atau tumbuh 12,68% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,36 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan pada paruh pertama tahun ini tercatat senilai Rp73,07 miliar, tumbuh 15,14% secara year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp63,46 miliar.

Adapun posisi kas dan bank perseroan sebesar Rp23,16 miliar pada semester I/2018, lebih rendah dari posisi Desember 2017 yang masih Rp86,87 miliar. Kemudian soal ekspansi bisnis di pegadaian, kata direktur utama HRTA, Sandra Susanto, saat ini tengah menuntaskan proses perizinan untuk membentuk anak usaha di bidang pegadaian. Perusahaan baru saja mendapatkan restu pemegang saham dan dalam dua bulan akan menunggu restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memuluskan rencananya.

Sandra Sunanto mengatakan, perusahaan menargetkan dalam dua bulan ini seluruh proses perizinan bisa tuntas. Tahap awal, perusahaan akan penetrasi gerai-gerai pegadaian miliknya di seluruh Jawa Barat sebelum ekspansi ke wilayah lain. “Investasinya sekarang Rp 3,5 miliar sebetulnya tidak material karena bisnis pegadaian tidak butuh modal banyak, jadi kami tidak sediakan produk apapun hanya jasa saja. Tempat juga tidak terlalu wah, untuk space kecil juga sudah bisa jalan,” ujarnya

Dirinya menargetkan pada kuartal IV-2018 usaha tersebut sudah bisa jalan, sebab persiapan untuk mendirikan anak usaha tersebut sudah dimulai prosesnya sejak Maret tahun ini. Apalagi perusahan juga sudah mulai menginvestasikann dana untuk persiapan dan rencana penyertaan modal. Untuk tahap awal, HRTA akan membangun gerai pegadaian berdampingan dengan gerai-gerai perhiasan miliknya. “Kalau pegadaian itu kecil kontribusinya, pegadaian kalau dapat izin bulan depan paling kami buka dua gerai tahun ini, proyeksinya tahun ini gerai pegadaian baru dua,” ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Jumlah IPO Melebihi Target - Ironis Emiten Masih Kapitalisai Pasar Kecil

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun 2018, antrian perusahaan yang go public masih banyak. Berdasarkan data dari PT Bursa Efek…

Bulog Sumsel-Babel Belum Maksimal Serap Beras Petani

Bulog Sumsel-Babel Belum Maksimal Serap Beras Petani NERACA Palembang - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung belum…

Laju IHSG Belum Beranjak dari Zona Merah

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa (11/12), indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertahan di…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Industri di Papua Berpeluang Go Public

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Jayapura berupaya mendorong pelaku industri di Papua untuk mengakses permodalan dari pasar modal untuk…

Restrukturisasi TAXI Disetujui Investor

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang obligasi (RUPO) PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI), para pemegang obligasi akhirnya menyetujui paket restrukturisasi…

Bidik Generasi Milenial - Chubb Life Luncurkan Platform Digital

NERACA Jakarta – Penetrasi pasar asuransi di Indonesia, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life) meluncurkan platform online bernama Chubb…