Waskita Tawarkan Bunga Hingga 9,75% - Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menawarkan surat utang bertajuk obligasi berkelanjutan III Waskita Karya tahap III tahun 2018 senilai sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Obligasi tersebut dibagi menjadi seri A dengan nilai pokok Rp502 miliar berbunga 9% dan akan jatuh tempo tiga tahun setelah tanggal penerbitan. Sedangkan seri B, senilai Rp854,7 miliar berbunga tetap 9,75% dan akan jatuh tempo lima tahun setelah penerbitan emisi. Sedangkan sisa dari nilai obligasi atau Rp643,25 miliar akan dijamin secara kesanggupan terbaik atau best effort.

Surat uutang ini merupakan bagian dari obligasi berkelanjutan III Waskita Karya dengan target dana yang dihimpun sebesar Rp 10 triliun. Pada 2017 lalu, perusahaan sudah menerbitkan tahap I senilai Rp 3 triliun, tahap kedua perusahaan sudah menerbitkan kembali senilai Rp 3,45 triliun. Nantinya, dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk modal kerja perseroan dalam pekerjaan konstruksi bangunan sipil, gedung, dan EPC. Diantaranya pembelian bahan konstruksi, biaya peralatan, biaya subkontraktor serta upah tenaga kerja.

Obligasi ini akan diterbitkan perusahaan bekerja sama dengan Bahana Sekuritas, BNI Sekuritas, Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, DBS Vickers Sekuritas Indonesia dan Indo Premier Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Pihak penjamin emisi efek sendiri hanya menjamin menyerap sebesar Rp 1,356 triliun.

Di paruh pertama tahun ini, WSKT mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di atas 40%. Dimana perseroan mengantongi pendapatan Rp22,89 triliun. Pencapaian itu naik 47,28% dari Rp15,54 triliun pada semester I/2017. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan naik 41,32% secara tahunan pada semester I/2018. Tercatat, beban pokok pendapatan naik dari Rp12,85 triliun menjadi Rp18,17 triliun. Laba kotor yang dibukukan kontraktor pelat merah tersebut senilai Rp4,72 triliun pada semester I/2018. Jumlah tersebut naik 75,81% dari periode sebelumnya Rp2,68 triliun.

Dengan demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk WSKT tumbuh 133,26% secara tahunan pada semester I/2018. Perseroan membukukan kenaikan laba bersih dari Rp1,28 triliun menjadi Rp2,99 triliun. Akan tetapi, total liabilitas yang dimiliki perseroan tercatat naik 21,59% pada periode tersebut. Utang yang dimiliki WSKT naik dari Rp75,14 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp91,36 triliun.

BERITA TERKAIT

Waskita Beton Bidik Kontrak Baru Rp 10 Triliun

NERACA Jakarta –Meskipun pencapaian kontrak baru tahun ini direvisi turun, namun hal tersebut tidak membuat PT Waskita Beton Precast Tbk…

Waskita Toll Road Tambah Modal Becakayu

NERACA Jakarta - Danai pengembangan bisnis jalan tol, PT Waskita Toll Road (WTR) sebagai anak usaha PT Waskita Karya Tbk…

Menakar Potensi Pasar Dinfra Jasa Marga - Bidik Dana Rp 1,5 Triliun

NERACA Jakarta – Setelah sukses melakukan sekuritisasi aset untuk mendanai pengembangan jalan tol, rupanya membuat PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Bersama WIKA dan Summarecon - MUN Ikut Konsorsium Tol Dalam Kota Bandung

NERACA Jakarta - PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) lewat anak usahanya PT Margautama Nusantara (MUN) bersama PT Wijaya Karya (Persero)…

Pendapatan Bali Towerindo Tumbuh 42%

NERACA Jakarta - Di kuartal tiga 2018, PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) membukukan kenaikan pendapatan usaha 42% menjadi Rp…

Pefindo Beri Peringkat AA- Chandra Asri

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan rating untuk PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) pada idAA-. Outlook rating TPIA stable. Rating…