Penjualan Marga Abhinaya Terkoreksi 50%

NERACA

Jakarta - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) membukukan penjualan dan pendapatan di semester pertama 2018 turun 50% menjadi Rp 72,51 dibandingkan periode sama di tahun lalu. Alhasil, laba bersih perseroan pun ikut terkoreksi 41% secara year on year menjadi Rp 89,96 miliar.

Kata Sekretaris Perusahaan MABA, Andhika Anggadewi, penurunan pendapatan terutama dari sektor properti.”Dari sektor properti terutama untuk pembangunan apartemen di Taman Royal Tangerang dan pembangunan office tower 2 di Niffaro Park Pejaten, Pasar Minggu terjadi delay. Padahal unit apartemen ready stock sudah banyak terjual. Hal ini yang membuat pendapatan kami turun di semester I 2018,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Andhika berharap, perseroan bisa memperbaiki kinerja pada sisa tahun 2018 ini. Pada semester dua tahun ini, MABA masih fokus meneruskan pembangunan proyek properti yaitu pembangunan office tower 2 di Nifarro Park dan apartemen di taman royal Tangerang. “Proyek ini masih akan berlanjut hingga tahun depan dan alokasi biayanya kurang lebih Rp 500 miliar," ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan, beberapa kebijakan yang diterbitkan pemerintah belakangan ini, seperti tarif PPh impor tidak berdampak kepada MABA.Pasalnya, produk yang digunakan untuk operasional dari dalam negeri dan tidak menggunakan produk impor. Sementara soal pelemahan nilai tukar rupiah, lanjutnya, juga tidak berpengaruh secara signifikan bagi kegiatan operasional usaha."Karena baik pinjaman maupun biaya dalam kegiatan operasional telah menggunakan rupiah sejak awal," katanya.

Namun demikian, menuurt analis Trimegah Sekuritas, Rovandi, kinerja emiten pengelola properti, hotel dan makanan masih sulit naik hingga akhir tahun.”Saya lihat untuk laba bersih masih akan minus kinerjanya. Dengan debt to equity (DER) yang besar 2,6kali akan mempengaruhi ekspansi dan kas perusahaan kedepannya," jelasnya.

Sementara rencana private placement yang akan dilakukan MABA, diakuinya memang bisa menjadi solusi bagi perusahaan untuk memperbaiki kinerja keuangannya Namun, kurang baik untuk Investor karena berisiko untuk terdilusi. Dari sisi saham, Rovandi mengungkapkan, pergerakan saham MABA masih kurang likuid "Yang perlu diperhatikan di saham MABA adalah floating shareatau saham yang beredar di masyarakat. Saham tercatat yang beredar saat ini 8.07% tepatnya, di bawah 10%. sehingga pergerakan sahamnya tidak likuid dan rawan untuk diperdagangkan,"ungkapnya. (bani)

BERITA TERKAIT

Anjlok Signifikan, Penjualan Mobil Diesel di Eropa

Penjualan mobil diesel di Eropa turun tajam pada paruh pertama 2018 di tengah kekhawatiran konsumen atas masalah polusi dan nilai…

Realisasi Penjualan Milan Keramik Capai 80%

NERACA Jakarta – Di tengah lesunya bisnis properti saat ini, memberikan dampak berarti bagi industri keramik karena permintaan pasar dalam…

Penjualan Fajar Surya Wisesa Tumbuh 50%

Hingga September 2018, PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) membukukan penjualan bersih senilai Rp7,45 triliun atau meningkat 50% year on…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Catatkan 3.353 Investor - Kalteng Urutan 23 Jumlah Investor Terbanyak

NERACA Palangka Raya - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat hingga akhir September 2018 jumlah investor di Provinsi Kalimantan…

Puradelta Bukukan Penjualan Rp 651 Miliar

NERACA Jakarta - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan marketing sales menjadi Rp651 miliar sepanjang Januari – September 2018. Dengan…

Sunson Textile Bukukan Laba Rp 15.05 Miliar

Sampai dengan September 2018, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM)  mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp15,05 miliar atau membaik dibanding periode…